by

PEMPROV KALSEL DORONG PENDIDIKAN BERKUALITAS DAN PEMBANGUNAN TEPAT SASARAN

banner 468x60

Kalimantan Selatan, SuratKabarDigital.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan pentingnya sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan pembangunan dan pelayanan publik. Penegasan itu disampaikan dalam apel gabungan peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 dan Hari Pendidikan Nasional 2026 di halaman Kantor Gubernur Kalsel, Banjarbaru.

banner 336x280

Apel gabungan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, mewakili Gubernur Kalsel Muhidin, dan diikuti jajaran Forkopimda, kepala daerah se-Kalsel, pimpinan SKPD, ASN, guru hingga pelajar SMA dan SMK sederajat.

Dalam sambutan gubernur yang dibacakan Sekdaprov, ditegaskan bahwa tema Hari Otonomi Daerah tahun ini, “Dengan Otonomi Daerah, Kita Wujudkan Astacita”, menjadi simbol pentingnya kemandirian daerah yang tetap selaras dengan arah kebijakan nasional.

“Sinkronisasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah menjadi kunci. Tanpa keselarasan tersebut, program yang dijalankan tidak akan efektif dan tidak tepat sasaran,” ujar Muhidin dalam sambutannya.

Selain menyoroti pentingnya kolaborasi lintas pemerintahan, Pemprov Kalsel juga menekankan fokus pembangunan pada ketahanan pangan, energi, pengelolaan sumber daya air, hingga penguatan ekonomi inklusif melalui penciptaan lapangan kerja dan dukungan terhadap UMKM.

Dalam kesempatan itu, Pemprov Kalsel turut mengungkap capaian membanggakan setelah meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri dengan status Kinerja Tinggi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Penghargaan ini merupakan bukti bahwa arah pembangunan yang kita jalani sudah berada pada jalur yang benar,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Kalimantan Selatan juga disebut sebagai provinsi dengan kinerja terbaik di luar Pulau Jawa dan dijadwalkan kembali menerima apresiasi dari pemerintah pusat dalam waktu dekat.

Momentum apel gabungan tersebut juga dirangkai dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026. Pemerintah menegaskan bahwa pendidikan harus menjadi fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia unggul dan berdaya saing, sejalan dengan visi Astacita Presiden Prabowo Subianto.

Pemerintah daerah juga didorong memperluas akses pendidikan, meningkatkan mutu pembelajaran, serta memperkuat peran guru sebagai agen perubahan di tengah perkembangan zaman.

“Pendidikan tidak boleh berhenti pada capaian administratif, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh peserta didik dan masyarakat,” tegasnya.

Pada momen tersebut, Pemprov Kalsel juga memberikan apresiasi kepada sejumlah insan pendidikan berprestasi. Di antaranya, Salmah yang meraih Juara Terfavorit Kepala Sekolah Apresiasi GTK Tingkat Nasional 2025, serta Wiwit Wulandari yang menjadi Juara 1 Seleksi Duta Teknologi Tingkat Nasional 2024.

Selain itu, penghargaan nasional bidang inovasi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI) juga diraih Amnah Ridawati melalui ajang Pioneer Pembelajaran Inovatif Pemanfaatan AI.

Mengakhiri sambutan, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat pelayanan publik dan menghadirkan pendidikan yang bermutu bagi seluruh masyarakat Kalimantan Selatan.

banner 336x280