by

STOK HEWAN KURBAN KALSEL AMAN, DISBUNNAK PASTIKAN LEBIH 23 RIBU EKOR SIAP UNTUK IDULADHA 2026

banner 468x60

Kalimantan Selatan, SuratKabarDigital.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memastikan ketersediaan hewan kurban untuk Hari Raya Iduladha 2026 dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

banner 336x280

Melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel, pemerintah mencatat stok hewan kurban tahun ini mencapai lebih dari 23 ribu ekor, jauh di atas perkiraan kebutuhan masyarakat yang berada di angka hampir 16 ribu ekor.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan seluruh kabupaten/kota untuk memastikan data kebutuhan dan ketersediaan hewan kurban terus diperbarui menjelang Iduladha.

“Sebagai persiapan Iduladha, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, kami berkoordinasi dengan kabupaten/kota untuk menghimpun data ketersediaan dan kebutuhan hewan kurban, baik sapi, kerbau maupun kambing,” ujar Suparmi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (13/5/2026).

Berdasarkan data sementara, ketersediaan hewan kurban di Kalsel terdiri dari lebih dari 17 ribu ekor sapi, sekitar 6 ribu ekor kambing dan sisanya kerbau. Sementara kebutuhan masyarakat diperkirakan sekitar 13 ribu ekor sapi, lebih dari 2.500 ekor kambing dan sisanya kerbau.

“Data ini masih terus bergerak karena pelaksanaan Iduladha masih beberapa hari lagi, sehingga kami terus melakukan pembaruan data,” katanya.

Tak hanya memastikan stok aman, Disbunnak Kalsel juga memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban dengan membentuk tim terpadu di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

Tim tersebut melibatkan sejumlah instansi vertikal seperti Balai Veteriner, Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak, Balai Karantina hingga Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Kalimantan Selatan.

“Kami sudah bersurat kepada kabupaten/kota untuk membentuk tim pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban,” jelas Suparmi.

Pengawasan dilakukan sejak tahap pendataan, pemeriksaan kesehatan sebelum pemotongan, saat pemotongan hingga beberapa hari setelah pelaksanaan kurban guna memastikan keamanan daging yang dikonsumsi masyarakat.

Selain itu, Disbunnak Kalsel juga memastikan lalu lintas hewan kurban yang masuk dan keluar daerah berjalan sesuai aturan. Seluruh ternak wajib memenuhi persyaratan teknis dan dokumen resmi yang kini terintegrasi melalui aplikasi e-lalu lintas ternak.

“Semua ternak yang dilalu lintaskan harus memenuhi persyaratan teknis sesuai aturan yang berlaku. Saya selalu berpesan kepada jajaran agar seluruh proses mengikuti ketentuan dan regulasi yang berlaku,” tutupnya.

banner 336x280