Banjarbaru, SuratKabarDigital.com – Menjelang momen akhir tahun, Polda Kalimantan Selatan menunjukkan keseriusannya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Melalui Operasi Sikat Intan II 2025, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalsel berhasil menyapu bersih berbagai tindak kriminal, dengan total 95 kasus terungkap dan 234 tersangka diamankan.
Capaian besar tersebut dipaparkan langsung Direktur Reskrimum Polda Kalsel, Kombes Pol Frido Situmorang, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Kalsel, Kamis (11/12/2025) siang.
“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk menekan angka kriminalitas, khususnya menjelang akhir tahun saat aktivitas masyarakat meningkat,” tegas Kombes Frido.
Dari 95 kasus yang terungkap, sebanyak 13 kasus merupakan hasil pengungkapan langsung Ditreskrimum Polda Kalsel, sementara 82 kasus lainnya ditangani oleh jajaran Polres di berbagai kabupaten dan kota.
Belasan kasus unggulan yang ditangani Ditreskrimum meliputi kepemilikan senjata tajam tanpa izin, peredaran minuman keras ilegal, perjudian, hingga penipuan dan penggelapan bernilai ratusan juta rupiah. Bahkan, polisi juga membongkar kasus pencurian dan penggelapan baterai menara BTS di Kabupaten Kotabaru. Dari kasus-kasus tersebut, 17 tersangka telah ditetapkan.
Operasi ini juga menghasilkan penyitaan barang bukti dalam jumlah besar. Polisi mengamankan 19 bilah senjata tajam, lebih dari 2.200 botol minuman beralkohol termasuk miras oplosan, 89 paket sabu, puluhan unit handphone, baterai tower telekomunikasi, kendaraan roda dua dan empat, uang tunai, serta dokumen penting lainnya.
Menariknya, realisasi Operasi Sikat Intan II jauh melampaui target awal. Dari rencana 48 orang Target Operasi (TO) dan Non-TO, polisi justru berhasil mengamankan 234 tersangka, hampir lima kali lipat dari yang direncanakan. Rinciannya, 25 TO berhasil ditangkap, ditambah 209 pelaku Non-TO yang terjaring selama operasi berlangsung.
Selama operasi, berbagai modus kejahatan mendominasi, mulai dari penganiayaan di lokasi sepi, membawa senjata tajam, pencurian kendaraan bermotor, peredaran miras dan narkotika, pemalakan, hingga penipuan berkedok investasi dan bisnis palsu.
Kombes Pol Frido menegaskan, Operasi Sikat Intan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata kepolisian dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
“Kami akan terus meningkatkan patroli dan penegakan hukum agar masyarakat merasa aman dan nyaman, terutama menjelang perayaan akhir tahun,” pungkasnya.