Banjarbaru, SuratKabarDigital.com – Banyak persepsi masyarakat yang menganggap kanker payudara hanya disebabkan oleh faktor keturunan. Namun, Direktur RSD Idaman Banjarbaru, dr. Danny Indrawardhana, meluruskan bahwa faktor eksternal dan gaya hidup memiliki peran yang tak kalah besar dalam memicu sel kanker.
Dalam penjelasannya, dr. Danny membagi faktor risiko menjadi dua kategori utama, yakni internal dan eksternal.
“Faktor internal memang meliputi usia, genetik, dan penggunaan hormon estrogen atau pil KB. Namun, faktor eksternal seperti pola makan, obesitas, kurang aktivitas fisik, serta konsumsi alkohol dan rokok sangat berpengaruh pada risiko seseorang terkena kanker payudara,” jelas dr. Danny.
Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat Banjarbaru untuk mulai menerapkan perubahan gaya hidup sehat sebagai langkah preventif. Beberapa langkah yang disarankan antara lain:
Rutin berolahraga.
Menjaga berat badan ideal (menghindari obesitas).
Mengonsumsi makanan sehat dan gizi seimbang.
Membatasi konsumsi alkohol dan menghentikan kebiasaan merokok.
Menghindari paparan radiasi yang tidak perlu.
Selain menjaga pola hidup, dr. Danny juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap tanda-tanda fisik yang muncul.
“Waspadai jika ada benjolan yang tidak biasa, pembengkakan pada kelenjar getah bening, nyeri di area puting, atau puting yang tertarik ke dalam (nipple retraction). Jika menemukan gejala ini, segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan,” tutupnya.










































