Kalimantan Selatan, SuratKabarDigital.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan resmi melepas Kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Kalimantan Selatan yang akan berlaga pada Pesparawi Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat, pada 18–28 Juni 2026.
Pelepasan kontingen dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Dinansyah, di Banjarbaru, Selasa (9/6/2026).
Sebanyak 62 peserta dan ofisial akan membawa nama Kalimantan Selatan pada lima kategori lomba yang dipertandingkan. Selain memburu prestasi, kontingen Banua juga mengemban misi memperkuat semangat persaudaraan, kerukunan, dan perdamaian di tingkat nasional.
Dalam sambutannya, Dinansyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah dipercaya mewakili Kalimantan Selatan pada ajang nasional tersebut.
“Saya sampaikan penghargaan dan apresiasi kepada saudara-saudara Kristiani yang terpilih sebagai kontingen Pesparawi, mewakili Kalimantan Selatan pada Pesparawi Nasional XIV di Manokwari. Tentu saya merasa bangga atas partisipasi jemaat Kristiani Banua di ajang tersebut,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimistis kontingen tahun ini mampu mengukir prestasi membanggakan. Optimisme itu tidak lepas dari capaian pada penyelenggaraan sebelumnya, ketika kontingen Kalsel berhasil membawa pulang sejumlah medali emas dan perak.
“Pada ajang Pesparawi tahun sebelumnya, kontingen Kalsel berhasil meraih beberapa medali emas dan medali perak. Maka tahun ini saya yakin kontingen Kalsel dapat meraih hasil yang tak kalah memuaskan,” katanya.
Meski demikian, Gubernur mengingatkan bahwa Pesparawi bukan semata-mata ajang kompetisi. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menyebarkan nilai-nilai kasih, persaudaraan, dan perdamaian di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
“Saya berpesan agar saudara-saudara berkompetisi tanpa mengabaikan esensi yang sesungguhnya, yaitu menyebarkan cinta kasih dan pesan-pesan perdamaian dalam semangat Trinitas,” ungkapnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Selatan, Hadi Saputera, menegaskan bahwa Pesparawi memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar perlombaan seni musik gerejawi.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan wadah pembinaan keimanan sekaligus sarana memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
“Pesparawi bukan sekadar ajang perlombaan paduan suara dan seni musik gerejawi, tetapi juga sarana pembinaan iman, penguatan persaudaraan serta wadah mempererat persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberagaman yang dimiliki Indonesia harus dipandang sebagai kekuatan yang mampu menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
“Melalui kegiatan ini kita dapat menunjukkan bahwa keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekuatan yang mempersatukan, bukan memecah belah,” katanya.
Di sisi lain, Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Kalimantan Selatan, Andi Lukito, melaporkan kesiapan kontingen yang akan diberangkatkan ke Manokwari.
Ia menjelaskan bahwa Kalimantan Selatan akan mengikuti lima kategori lomba, yakni Paduan Suara Dewasa Campuran, Solo Remaja Putra, Solo Remaja Putri, Solo Anak Usia 10–13 Tahun, dan Vokal Grup.
“Pada tahun 2026 ini Kalimantan Selatan akan mengirimkan lima kategori lomba dengan jumlah peserta dan ofisial sebanyak 62 orang,” ujarnya.
Andi juga mengungkapkan bahwa keberangkatan peserta akan dilakukan dalam dua gelombang menyesuaikan kapasitas akomodasi yang disediakan panitia di Manokwari.
Selain itu, kebutuhan anggaran keberangkatan kontingen mencapai lebih dari Rp500 juta. Dari jumlah tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Selatan telah memberikan dukungan anggaran sebesar Rp265 juta.
“Puji Tuhan, sampai hari ini minimal tiket peserta sudah terbeli sehingga kami memohon doa restu agar seluruh kontingen dapat berangkat dan kembali ke Kalimantan Selatan dalam keadaan sehat dan selamat,” katanya.
Melalui keikutsertaan pada Pesparawi Nasional XIV, Kontingen Kalimantan Selatan diharapkan tidak hanya mampu mengharumkan nama Banua melalui prestasi, tetapi juga menjadi duta kerukunan yang membawa pesan persatuan dan perdamaian di tengah keberagaman Indonesia.
















































