KEMATIAN ADALAH MISTERI
Oleh: Rudy Azhary
Kematian adalah hal yang tidak diketahui, dan itu adalah milik-Nya, Tuhan Sang Maha Pencipta. Di Kota Banjarbaru, sebanyak 464 penggali kubur tercatat oleh Pemerintah Kota Banjarbaru. Jumlah yang tidak sedikit. Di era Wali Kota Erna Lisa Halaby, ratusan penggali kubur bahkan penjaga makam itu diberikan apresiasi untuk kali pertama sebagai wujud perhatian pemerintah daerah. Apresiasi itu berupa insentif yang diberikan dalam kurun waktu tiga bulan sekali.
Para penggali kubur bahkan tak memiliki waktu yang terjadwalkan secara rutin. Panas terik, hujan, angin adalah tantangan ketika mereka menyiapkan liang lahat sebelum jenazah dikebumikan. Para penggali kubur adalah saksi orang-orang tercinta berpisah di kehidupan nyata.
Awal September 2026, menjadi hari istimewa bagi para penggali kubur dan penjaga makam. Mereka telah menjadi salah satu fokus kebijakan pemerintah daerah.

Wali Kota Erna Lisa Halaby meyakini salah satu wujud perhatian dan kehadiran pemerintah daerah adalah dengan cara memuliakan dan mengapresiasi para penggali kubur yang selama terkadang luput dan jauh dari kebijakan.
“Setiap pekerjaan yang memberi manfaat bagi masyarakat patut dihargai,” kata Wali Kota.
Kepala Bidang Sarana Prasarana Utilitas Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim ) Kota Banjarbaru, Yusuf Khoirudin menambahkan, para penerima insentif itu adalah penjaga dan penggali Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU). Nilainya Rp150 ribu setiap tiga bulan.
Dari sekian banyak dan macam para pengabdi yang masih banyak terlupakan, ini adalah awal bagaimana pemerintah melihat dari sudut terjauh untuk melaksanakan kebijakan yang seharusnya senantiasa menjadi perhatian.












