Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar mengambil langkah antisipatif guna memastikan proses belajar mengajar tetap terjaga di tengah ancaman bencana. Dalam forum Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) di SMPN 1 Gambut, Kamis (15/1/2026), Disdik resmi menginstruksikan aktivasi Kelas Darurat bagi sekolah yang terdampak banjir.
Pertemuan yang dipimpin langsung oleh Kepala Disdik Banjar, Hj. Liana Penny, ini dihadiri oleh 77 Kepala SMP se-Kabupaten Banjar untuk menyatukan komando pendidikan di tahun 2026.
Menanggapi kondisi cuaca yang melanda sejumlah wilayah, Liana Penny menegaskan bahwa keselamatan siswa adalah prioritas utama, namun hak belajar tidak boleh terabaikan.
“Keselamatan siswa adalah prioritas. Jika kondisi memaksa untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), pastikan dokumentasi dan jadwal tetap berjalan sesuai standar. Jika banjir berlangsung lama, kami akan aktifkan Kelas Darurat dengan penerapan Kurikulum Darurat,” tegas Liana.
Sekolah yang terdampak diwajibkan menyusun RPP atau modul khusus sesuai petunjuk teknis bencana, sehingga kualitas materi yang diterima siswa tetap terjamin meski tidak bertatap muka.
Selain mitigasi bencana, Liana menyoroti kedisiplinan manajerial Kepala Sekolah, mulai dari keakuratan data Dapodik Versi 2026 hingga pengelolaan dana BOS yang transparan. Ia meminta pengawas sekolah melakukan verifikasi berlapis guna memastikan data di sistem sesuai dengan kondisi fisik di lapangan.
Di sisi lain, kabar gembira hadir bagi tenaga pendidik. Disdik Banjar mengumumkan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang akan memfasilitasi 32 guru SMP untuk mendapatkan kualifikasi S1 melalui koordinasi dengan Dirjen GTK.
Agenda Besar 2026: TKA hingga Akreditasi
Dinas Pendidikan juga mulai memetakan agenda penting dalam waktu dekat. Tes Kemampuan Akademik (TKA): Dijadwalkan April 2026, dengan pendampingan pendaftaran mulai 19 Februari.

















