NU BANJAR DORONG DIALOG DAN PENDEKATAN EDUKATIF SIKAPI ISU SENSITIF DI MASYARAKAT

NU BANJAR DORONG DIALOG DAN PENDEKATAN EDUKATIF SIKAPI ISU SENSITIF DI MASYARAKAT

Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com — Dinamika isu sosial yang berkembang di tengah masyarakat mendorong Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Banjar mengambil peran aktif sebagai ruang dialog dan perumusan solusi berbasis nilai keagamaan, kemanusiaan, dan hukum yang berlaku.

Melalui diskusi yang digelar Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Banjar bersama Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU Banjar, Selasa (13/1/2026) malam, NU membahas fenomena perilaku sosial yang belakangan menjadi perhatian publik, termasuk pengaruh globalisasi dan arus informasi digital terhadap generasi muda.

Sekretaris LDNU Banjar, M Ali Syahbana, menyampaikan bahwa forum tersebut bertujuan mencari titik temu antara menjaga nilai agama dan budaya lokal, dengan tetap menghormati prinsip kemanusiaan serta ketentuan hukum.

“Isu ini tidak bisa disikapi secara emosional. Perlu pemahaman menyeluruh agar masyarakat tidak terjebak pada sikap saling menyalahkan,” ujarnya.

Menurut Ali, derasnya informasi di ruang digital membuat berbagai narasi global mudah diakses tanpa filter, sehingga diperlukan penguatan literasi sosial dan keagamaan sebagai benteng masyarakat, khususnya anak muda.

Ia menegaskan, NU mendorong pemerintah daerah untuk berperan aktif, bukan hanya melalui wacana regulasi, tetapi juga lewat program pembinaan yang menyentuh akar persoalan.

“Pendekatan dakwah yang ramah, layanan konseling, serta penguatan peran keluarga dan sekolah jauh lebih efektif untuk menjaga ketahanan sosial,” kata Ali yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Banjar.

Terkait kemungkinan penyusunan kebijakan atau aturan daerah, NU Banjar menegaskan sikap kehati-hatian. Setiap langkah regulatif harus dikaji secara komprehensif agar tidak bertentangan dengan konstitusi maupun prinsip keadilan sosial.

“Fokus kami adalah menjaga keharmonisan masyarakat. Jika ada kebijakan yang dibutuhkan, maka harus lahir dari kajian yang matang dan mekanisme resmi,” pungkasnya.

Admin SKD04