Banjarbaru, SuratKabarDigital.com – Manajemen RSD Idaman Banjarbaru bergerak cepat menyempurnakan integrasi rekam medik elektronik berbasis Satu Sehat usai mendapat teguran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Direktur RSD Idaman Banjarbaru, Danny Indrawardhana, mengakui secara umum capaian integrasi sebenarnya sudah cukup baik. Namun, masih terdapat kendala pada koordinasi data dengan Kemenkes.
“Secara umum sebenarnya kita capaiannya sudah cukup. Cuma memang ada kurang koordinasi kita dengan Kemenkes terkait data yang masuk,” ujarnya, akhir pekan tadi.
Ia menjelaskan, pihak rumah sakit telah melakukan sosialisasi internal dan mulai menemukan titik perbaikan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan sistem Satu Sehat.
Kemenkes sendiri memberikan waktu sekitar tiga bulan bagi rumah sakit untuk melakukan penyempurnaan. Saat ini, RSD Idaman tengah mengoptimalkan berbagai sumber daya, termasuk penguatan server untuk mendukung integrasi sistem.
“Ini memang tidak mudah, karena butuh resources besar, terutama dari sisi server. Tapi kami sudah mulai menstimulasi dan memperkuat sistemnya,” jelas Danny.
Selain itu, pihak rumah sakit juga telah menyiapkan dan melakukan pengecekan ulang data yang dibutuhkan oleh Kemenkes sebagai bagian dari proses perbaikan.
Danny pun optimistis seluruh proses penyempurnaan dapat diselesaikan sebelum batas waktu yang diberikan.
“Masih dalam waktu sanggah. Ini bentuknya rekomendasi dari Kemenkes, jadi kita diberikan waktu untuk menyempurnakan itu,” pungkasnya.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen RSD Idaman dalam meningkatkan kualitas layanan berbasis digital serta mendukung integrasi sistem kesehatan nasional melalui platform Satu Sehat.











