Banjarbaru, SuratKabarDigital.com – Masih banyak mitos tentang kanker anak yang beredar di masyarakat. Mulai dari anggapan bahwa konsumsi gula membuat kanker tumbuh lebih cepat, sinyal ponsel menyebabkan kanker, hingga anak penyintas kanker tidak bisa hidup normal.
Melalui edukasi kesehatan yang dibagikan kepada masyarakat, RSD Idaman Kota Banjarbaru mengajak masyarakat memahami fakta ilmiah agar tidak terjebak informasi yang menyesatkan. Materi edukasi tersebut sejalan dengan informasi medis mengenai mitos dan fakta kanker anak yang disampaikan Kementerian Kesehatan RI.
Direktur RSD Idaman Banjarbaru, dr. Danny Indrawardhana, MMRS, mengatakan edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan pemahaman tentang kanker anak.
“Masih banyak mitos yang berkembang sehingga perlu diluruskan. Masyarakat diharapkan memperoleh informasi kesehatan dari sumber yang terpercaya agar tidak salah memahami penyakit kanker pada anak,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu mitos yang paling sering muncul adalah anggapan konsumsi gula membuat kanker berkembang lebih cepat. Faktanya, hingga kini belum ada bukti ilmiah bahwa mengonsumsi gula secara langsung mempercepat pertumbuhan kanker. Sebaliknya, pola makan bergizi seimbang tetap menjadi kunci menjaga kesehatan anak.
Selain itu, paparan sinyal ponsel, Wi-Fi maupun antena komunikasi juga belum terbukti meningkatkan risiko kanker pada anak berdasarkan penelitian ilmiah yang ada.
Demikian pula konsumsi makanan ringan sesekali tidak langsung menyebabkan kanker, meski konsumsi makanan ultra-proses secara berlebihan dalam jangka panjang tetap perlu dibatasi demi menjaga kesehatan.
dr. Danny berharap masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum terbukti kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial.
“Jika memiliki pertanyaan mengenai kanker anak, sebaiknya berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan agar mendapatkan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.










































