by

TRANSFORMASI DIGITAL ERA “BANJARBARU EMAS”

banner 468x60

Oleh: Rudy Azhary

Banjarbaru terus bertransformasi dalam peta digital regional. Visi-misi Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera) menjadi acuan bagi Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Banjarbaru sebagai arranger kemajuan di segala kebijakan berbasis informasi dan teknologi digital  untuk memastikan parameter Maju dan Adil terakhtualiasi melalui layanan publik yang inklusif.

banner 336x280

Integrasi Sistem dan Efisiensi Tata Kelola

Digitalisasi yang diinisiasi oleh Diskominfo kini telah melampaui fase modernisasi perangkat keras (hardware), beralih ke transformasi arsitektur tata kelola. Melalui integrasi super-apps seperti Idaman Publik dan platform internal Idaman Office, Pemerintah Kota (Pemkot) membangun ekosistem berbasis data yang responsif dan transparan.

Indikator utama keberhasilan ini diukur melalui Indeks SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik). Dalam paradigma ini, kesuksesan tidak lagi dinilai dari kuantitas aplikasi (app-centric), melainkan pada aspek interoperabilitas (kemampuan sistem untuk saling terhubung) dan pengalaman pengguna (User Experience).

Data sebagai Aset Strategis

Dalam aspek tata kelola data, Banjarbaru menunjukkan progres signifikan melalui implementasi Satu Data Indonesia (SDI), dengan nilai indeks mencapai 75,12% pada 2025. Portal Satu Data telah menjadi hub integrasi antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sebagai Walidata, Diskominfo memegang peran krusial dalam menjaga integritas data: memastikan data bersifat valid, mutakhir, dan dapat diakses lintas sektor. Tantangan yang tersisa adalah mitigasi ego sektoral dan inkonsistensi pembaruan data, karena tanpa disiplin input data, integrasi sistem hanya akan menjadi formalitas administratif.

Infrastruktur Jaringan dan Tantangan Konektivitas

Dari sisi infrastruktur, Banjarbaru memiliki fundamental yang solid:

Konektivitas Terpusat: Menjangkau 115 titik layanan publik.

Dedicated Link: Menjamin stabilitas bandwidth yang tinggi.

Smart City Hub: Pengoperasian Command Center, jaringan CCTV kota, dan Data Center yang terstandarisasi.

Namun, isu kesenjangan digital masih menjadi catatan. Beberapa wilayah seperti Cempaka dan Landasan Ulin Utara masih mengalami keterbatasan akses atau blank spot. Percepatan pemerataan infrastruktur menjadi syarat mutlak agar digitalisasi tidak bersifat eksklusif.

Komunikasi Publik dan Partisipasi Warga

Kepala Dinas Kominfo Banjarbaru, Agus Adrian, menekankan bahwa di era digital, kepercayaan publik adalah komoditas utama.

“Kami memanfaatkan kanal media sosial, media center, hingga forum digital untuk memastikan transparansi. Tingginya angka laporan masuk melalui kanal pengaduan menunjukkan partisipasi aktif masyarakat. Namun, transparansi harus dibarengi dengan konsistensi respons (SLA) yang cepat,” ujarnya.

Diskominfo juga aktif melakukan mitigasi disinformasi melalui pemberdayaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai garda depan literasi digital di tingkat akar rumput.

Ketahanan Siber: Membentengi Aset Digital

Seiring meningkatnya digitalisasi, risiko keamanan siber (Cybersecurity) pun meningkat. Pada kuartal pertama 2026, sistem Pemkot Banjarbaru mendeteksi lebih dari 23 juta anomali trafik.

Merespons ancaman tersebut, langkah-langkah Hardening System telah dilakukan melalui:

Implementasi SIEM (Security Information and Event Management).

Penggunaan EDR (Endpoint Detection and Response) dan Next-Generation Firewall.

Prosedur backup data rutin.

Penguatan CSIRT (Computer Security Incident Response Team).

Road Map 2029: Visi Kota Berbasis Data

Target tahun 2029 adalah menjadikan Banjarbaru sebagai Data-Driven City. Strategi ini akan dijalankan secara bertahap:

Penyempurnaan infrastruktur dan konektivitas merata.

Interoperabilitas penuh layanan publik.

Implementasi Big Data Analytics untuk pengambilan kebijakan.

Kesimpulan: Transformasi digital Banjarbaru saat ini berada pada jalur yang tepat (on-track). Namun, keberlanjutannya sangat bergantung pada konsistensi dalam tiga pilar: pemerataan akses, peningkatan kompetensi SDM, dan ketangguhan keamanan siber. Teknologi hanyalah alat; tujuan utamanya adalah memastikan Banjarbaru benar-benar “EMAS” dalam realitas pelayanan kepada seluruh lapisan masyarakat.

banner 336x280