Banjarbaru, SuratKabarDigital.com — Suasana berbeda mewarnai kegiatan reses Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, Liana, S.Sos., Sabtu (29/8/2026). Tak hanya duduk berdiskusi menyerap aspirasi, kegiatan reses kali ini dikemas dengan senam sehat bersama warga, Jalan Karang Anyar 2 Kelurahan Loktabat Utara Banjarbaru.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi Liana untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam suasana yang lebih santai dan akrab, sekaligus tetap menjalankan agenda utama reses, yakni menyerap berbagai kebutuhan warga.
Liana mengatakan, pemilihan senam sehat sebagai bagian dari rangkaian reses juga tidak lepas dari suasana bulan Agustus yang masih dalam momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Reses dibalut dengan senam sehat. Kebetulan masih dalam suasana Kemerdekaan RI, maka dikemas dengan acara senam sekaligus melaksanakan reses pada tanggal 29 Agustus,” kata Liana.
Di sela kegiatan tersebut, warga dari lima RT dalam satu RW turut menyampaikan sejumlah aspirasi. Meski berlangsung dalam suasana santai, persoalan infrastruktur masih menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan.
Beberapa di antaranya yakni kebutuhan penerangan jalan umum (PJU), pembangunan maupun perbaikan drainase di sejumlah titik, serta kebutuhan sound system untuk mendukung kegiatan masyarakat.
“Ini hampir semuanya masalah infrastruktur. Ada beberapa yang urgent, seperti permohonan PJU atau penerangan jalan. Kemudian ada juga drainase di beberapa lokasi yang diajukan beberapa RT,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi kesempatan untuk mendengarkan langsung persoalan yang dihadapi masyarakat, sekaligus menjaga komunikasi antara wakil rakyat dan konstituennya.

Meski demikian, Liana mengungkapkan terdapat ketentuan baru mengenai tindak lanjut aspirasi hasil reses. Aspirasi masyarakat yang dihimpun kali ini tidak serta-merta dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
“Insya Allah akan kami perjuangkan. Tetapi terkait masalah ini ada ketentuan yang baru, bahwa kami tidak bisa mengajukan aspirasi masyarakat yang dilaksanakan sebelum dua tahun setelah pelaksanaan reses,” jelasnya.
Dengan aturan tersebut, aspirasi yang disampaikan warga dalam reses kali ini berpotensi baru direalisasikan pada 2028.
“Jadi kemungkinan hasil reses hari ini hanya bisa dilaksanakan nanti dua tahun berikutnya, di tahun 2028 baru bisa direalisasikan,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan puluhan hadiah doorprize yang telah disiapkan. Disamping itu, hadiah utama juga disiapkan seperti mesin cuci, dispenser, magicom, oven dan lainnya.
















