Kalimantan Selatan, SuratKabarDigital.com – Sebanyak 20 perempuan penyandang disabilitas yang telah menyelesaikan Program Rehabilitasi Sosial Angkatan VIII di Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (PRSPD) Iskaya Banaran resmi dilepas oleh Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (24/6/2026).
Pelepasan tersebut menjadi penanda berakhirnya proses pembinaan sekaligus awal perjalanan para peserta untuk kembali ke tengah keluarga dan masyarakat dengan bekal keterampilan yang diharapkan mampu meningkatkan kemandirian ekonomi mereka.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, M. Farhanie, mengatakan program rehabilitasi sosial merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memberdayakan penyandang disabilitas agar memiliki kemampuan hidup mandiri dan berdaya saing.
“Hari ini kami melepas 20 klien perempuan yang telah menyelesaikan program rehabilitasi sosial di PRSPD Iskaya Banaran. Mereka telah mendapatkan berbagai keterampilan yang dapat menjadi modal untuk menjalani kehidupan secara mandiri,” ujar Farhanie.
Selama mengikuti program, para peserta memperoleh pelatihan pada empat bidang keterampilan, yakni tata boga, tata rias, tata busana, dan komputer. Keterampilan tersebut dirancang untuk membuka peluang kerja maupun usaha mandiri setelah mereka kembali ke lingkungan masing-masing.
Farhanie menjelaskan, secara keseluruhan PRSPD Iskaya Banaran memiliki enam jenis program keterampilan. Selain empat keterampilan untuk klien perempuan, tersedia pula pelatihan bengkel dan barbershop yang diperuntukkan bagi klien laki-laki.
Setiap tahun, PRSPD Iskaya Banaran menyelenggarakan dua angkatan program rehabilitasi sosial dengan jumlah peserta sekitar 45 orang. Namun, kapasitas layanan saat ini masih menyesuaikan ketersediaan wisma atau asrama yang ada.
“Kami berharap ke depan ada penambahan wisma atau asrama sehingga semakin banyak penyandang disabilitas yang bisa mendapatkan layanan rehabilitasi sosial dan pelatihan keterampilan,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh peserta yang mengikuti program terlebih dahulu menjalani proses asesmen dan seleksi guna memastikan layanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing individu.










































