by

PEMILIHAN KETUA KONI BANJARBARU CACAT HUKUM?

banner 468x60

PEMILIHAN KETUA KONI BANJARBARU CACAT HUKUM?

Suratkabardigital.com – Musyawarah Olahraga Kota (Musarkot) Komite Olahraga Nasional Indonesia atau KONI Kota Banjarbaru yang digelar Sabtu, (28/3/2026), di Aula Linggangan, Gedung DPRD diwarnai aksi Walk Out sejumlah pengurus cabang olahraga. Bahkan, Mereka menuding Musarkot tidak sah dan cacat hukum.

banner 336x280

Aksi Walk Out dilakukan pertama kali oleh perwakilan cabang olahraga bola tenis meja, Nurkhalis Anshari. Menurutnya, pengondisian teknis pemilihan yang menutup peluang bakal calon ketua menjadi salah satu alasan aksi Walk Out dilakukan.

“Proses penjaringan terlalu singkat, sehingga ada kesan tidak terbuka peluang untuk calon lain. Beberapa cabor juga dikabarkan tidak mendapatkan undangan. Kami berharap agar Musarkot ditunda, ternyata tidak ditanggapi. Termasuk syarat 20 cabor harus dipenuhinya untuk jadi ketua, beda dengan provinsi yang hanya 10 cabor bisa maju calon ketua,” ujar Nurkhalis.

Selain tenis meja, perwakilan cabor sepakbola, paralayang voli, sepeda juga bersepakat akan melakukan langkah selanjutnya seperti gugatan resmi.Menyikapi dugaan cacat hukum, Gusti Rizky Sukma Iskandar Putera, yang terpilih kembali sebagai Ketua Umum KONI Kota Banjarbaru dengan dukungan 32 suara dari cabang olahraga menganggap aksi Seperi itu wajar, dan silakan jika ingin menggugat jika dianggap cacat hukum.

“Logikanya adalah KONI Provinsi hadir dan mengikuti hingga Musarkot selesai. Jika memang cacat hukum jelas dihentikan atau ditunda, bukan malah sebaliknya. Secara hukum sah dan sesuai AD/ART,” ujar Gusti Rizky menyebut aksi Walk Out adalah hak prerogatif mereka.

Usai ditetapkan dan menyampaikan pidatonya, Gusti Rizky mendapatkan tepuk tangan meriah lantaran semua visinya karena dianggap tegas dan memajukan KONI, termasuk dalam hal pengelolaan anggaran dana hibah dari Pemerintah Kota Banjarbaru agar tak ada kasus penyelewengan dana.

“Dana hibah masih dalam proses, sempat dipangkas Rp500 juta, namun dikembalikan lagi menjadi Rp1,5 Miliar,” kata Gusti Rizky.

Beberapa program dan visi-misi Gusti Rizky, diantaranya seperti beasiswa atlet berprestasi, peningkatan SDM atlet, wasit, pelatih, dan sarana prasarana olahraga, dan pembagian pembagian anggaran cabor sesuai hasil presentasi atau peroleh medali.

“Semakin banyak medali semakin banyak juga anggaran yang diberikan . Tetapi bagi yang belum, juga tetap diperhatikan, meksi beda nilai anggaran,”ucapnya. (Rudy Azhary, red)

banner 336x280