by

KARHUTLA TUNGKARAN JADI ANCAMAN PETANI, TMI BANJAR TURUN LANGSUNG KE LAPANGAN

banner 468x60

Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Banjar kembali menebar ancaman. Kali ini, api melanda kawasan Tungkaran, Kecamatan Martapura, dan merembet ke area yang berada di sekitar lahan pertanian produktif.

banner 336x280

Kondisi tersebut membuat kekhawatiran tidak hanya tertuju pada meluasnya kebakaran, tetapi juga nasib petani. Pasalnya, sebagian tanaman padi yang berada di sekitar lokasi sudah mulai menguning dan belum memasuki masa panen.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Banjar, Helda Rina, mengaku prihatin melihat lahan pertanian yang masih produktif ikut terancam kobaran api.

“Padahal pertanian masih produktif, masih belum panen, sudah mulai menguning padinya. Jadi itu hal yang sangat kami prihatin,” ujar Helda Rina.

Menurutnya, kebakaran di sekitar lahan pertanian berpotensi menimbulkan kerugian bagi petani apabila api terus meluas dan menjangkau tanaman yang tinggal menunggu waktu untuk dipanen.

Tim TMI Kabupaten Banjar bersama unsur terkait pun turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi sekaligus membantu upaya penanganan kebakaran.

Lima Hektare Terbakar

Kepala BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan berdasarkan asesmen awal, luas lahan yang terbakar di kawasan Tungkaran diperkirakan mencapai sekitar lima hektare.

Lahan yang terdampak terdiri atas area persawahan dan semak belukar. Vegetasi kering membuat api berpotensi cepat menjalar, terlebih ketika berada di kawasan yang sulit dijangkau petugas.

“Untuk di Tungkaran kurang lebih lima hektare lahan. Ada sebagian lahan persawahan dan juga semak belukar yang terbakar,” kata Wasis.

Petugas telah melakukan pemadaman sejak pagi. Prioritas awal diarahkan untuk mencegah api mendekati permukiman warga sebelum petugas bergerak lebih jauh menuju titik-titik kebakaran.

“Mulai tadi pagi kami sudah melakukan upaya-upaya pemadaman, khususnya kami sekat dulu yang dekat permukiman, baru kami masuk ke dalam,” jelasnya.

Empat Wilayah Dipantau

Ancaman karhutla di Kabupaten Banjar tidak hanya terjadi di Tungkaran. BPBD mencatat sedikitnya empat wilayah menjadi perhatian dalam pemantauan dan penanganan kebakaran.

Wilayah tersebut yakni Tungkaran, Melayu, Gambut, serta Huntung Ujung.

Wasis menyebut penanganan karhutla di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan sumber air dan akses menuju lokasi.

“Kendalanya yang pertama adalah ketersediaan air, kemudian yang kedua akses jalan. Jadi sejauh yang bisa kami jangkau, pasti akan kami jangkau,” ujarnya.

Untuk titik api yang berada di kawasan sulit dijangkau melalui jalur darat, BPBD menyiapkan opsi penanganan lain, termasuk mengusulkan dukungan water bombing.

Petani Berpacu dengan Ancaman Api

Bagi petani di Tungkaran, kebakaran menjadi ancaman serius karena tanaman padi yang mulai menguning berada pada fase yang semakin dekat dengan masa panen.

Helda berharap penanganan dapat dilakukan secara cepat agar api tidak meluas dan menyelamatkan lahan pertanian yang masih produktif.

“Kita tentunya berharap lahan pertanian yang masih produktif ini bisa diselamatkan dan kebakaran tidak semakin meluas,” katanya.

Data BPBD Kalimantan Selatan hingga 25 Agustus 2026 mencatat sebanyak 1.903 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai 9.088,75 hektare.

Kabupaten Banjar menjadi salah satu wilayah dengan angka kejadian cukup tinggi, yakni 388 kejadian dengan luas lahan terdampak mencapai 2.037,72 hektare.

Kondisi tersebut menunjukkan karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga ancaman langsung terhadap lahan pertanian dan sumber penghidupan masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, BPBD, pemadam kebakaran, masyarakat, serta kelompok tani pun menjadi penting untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah api menjalar ke kawasan permukiman dan lahan produktif.

banner 336x280