Kalimantan Selatan, SuratKabarDigital.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk pemanfaatan potensi ekonomi karbon yang kini mulai dikembangkan secara lebih terarah.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Pemanfaatan Potensi Ekonomi Karbon Daerah yang dipimpin Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Eddy Elminsyah Jaya, di Ruang Rapat Besar Lantai 3 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Senin (22/6/2026).
Eddy menegaskan, penguatan sistem informasi terintegrasi menjadi kunci utama dalam mendukung kebijakan pembangunan yang lebih cepat, tepat, dan berbasis data.
Menurutnya, Pemprov Kalsel saat ini tengah mengembangkan berbagai dashboard informasi yang akan terhubung dengan command center Dinas Komunikasi dan Informatika, termasuk sistem pengendalian inflasi.
“Kami sedang membangun berbagai sistem informasi yang nantinya dapat terintegrasi dalam command center. Salah satunya sistem informasi pengendalian inflasi yang memungkinkan pemantauan harga komoditas secara lebih cepat dan akurat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sistem tersebut memungkinkan pemerintah memantau pergerakan harga komoditas secara real time dari berbagai daerah, sehingga potensi gejolak harga dapat diantisipasi lebih awal sebelum berdampak kepada masyarakat.
Eddy menekankan bahwa kebijakan pemerintah ke depan harus sepenuhnya berbasis data yang valid dan terukur, bukan sekadar asumsi.
“Ketika berbicara inflasi, ketahanan pangan, hingga ekonomi karbon, semuanya harus ditunjang oleh data yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan siap mendukung integrasi sistem informasi tersebut ke dalam dashboard command center.
Kepala Bidang Komunikasi Publik Diskominfo Kalsel, Deddy Noraidi, mengatakan pihaknya akan memperkuat integrasi data sekaligus mendukung diseminasi informasi kepada masyarakat.
“Kami mendukung penuh pemanfaatan sistem informasi yang dikembangkan sebagai bahan dashboard di command center untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif dan terukur,” ujarnya.
Selain aspek teknologi, Diskominfo juga akan memperkuat sosialisasi kepada masyarakat terkait pengembangan ekonomi karbon yang saat ini menjadi salah satu fokus transformasi ekonomi daerah.
Menurut Deddy, pemahaman publik mengenai perdagangan karbon masih perlu terus ditingkatkan agar masyarakat dapat menangkap peluang yang tersedia dari sektor tersebut.
“Kami siap mendukung dari sisi komunikasi publik agar masyarakat memahami konsep, manfaat, serta peluang dari ekonomi karbon,” katanya.

















