by

KABUT ASAP MASUK SEKOLAH, HELDA RINA MINTA KEBIJAKAN DISESUAIKAN KONDISI WILAYAH

banner 468x60

Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com — Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah membuat aktivitas pembelajaran di sekolah perlu disesuaikan dengan kondisi udara masing-masing kawasan.

banner 336x280

Anggota DPRD Kabupaten Banjar, Hj. Helda Rina, meminta satuan pendidikan tidak menerapkan pola pembelajaran dengan pendekatan yang sama untuk seluruh sekolah. Menurutnya, kondisi lingkungan sekitar sekolah harus menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kegiatan belajar mengajar.

Helda meminta sekolah menjadikan Surat Edaran Dinas Pendidikan Nomor 400.3.6.1/2157/Disdik sebagai pedoman dalam melaksanakan pembelajaran di tengah kondisi kabut asap.

Namun, penerapannya dinilai perlu melihat kondisi nyata di masing-masing wilayah.

“Setiap sekolah tentunya harus mengikuti surat edaran yang telah dikeluarkan Dinas Pendidikan. Namun, kondisi masing-masing sekolah juga perlu diperhatikan,” ujar Helda Rina, Selasa (15/9/2026).

Ia menjelaskan, sekolah yang berada di wilayah dengan kualitas udara yang masih memungkinkan untuk kegiatan belajar dapat tetap melaksanakan pembelajaran seperti biasa.

Sebaliknya, sekolah yang berada di kawasan terdampak kabut asap perlu menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi lingkungan dan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kalau sekolah tersebut tidak terdampak kabut asap, tentunya kegiatan belajar bisa tetap berjalan seperti biasanya,” tegasnya.

Menurut Helda, pendekatan berdasarkan kondisi wilayah diperlukan agar proses pendidikan tetap berjalan tanpa mengesampingkan faktor kesehatan dan keselamatan warga sekolah.

Ia meminta pihak sekolah terus berkoordinasi dengan pihak terkait serta memantau perkembangan kondisi udara di lingkungan masing-masing.

Terlebih, ketika kualitas udara menurun akibat kabut asap, kesehatan peserta didik dan tenaga pendidik perlu menjadi perhatian.

“Yang paling penting keselamatan dan kesehatan siswa maupun tenaga pendidik tetap diperhatikan,” katanya.

Dengan mempertimbangkan kondisi setiap wilayah, kata Helda, sekolah dapat menentukan langkah yang sesuai. Sekolah dengan kondisi udara yang relatif aman dapat melanjutkan pembelajaran normal, sementara sekolah yang terdampak asap perlu melakukan penyesuaian sesuai ketentuan.

“Jadi jangan sampai semua sekolah diperlakukan sama, karena kondisi di setiap wilayah belum tentu sama,” pungkasnya.

banner 336x280