by

KABUT ASAP KARHUTLA MENGANCAM PERNAPASAN, BANJARBARU SIAPKAN RUMAH OKSIGEN

banner 468x60

Banjarbaru, SuratKabarDigital.com — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Banjarbaru tak hanya menyisakan lahan terbakar. Kabut asap yang muncul juga membawa ancaman kesehatan, terutama bagi masyarakat yang terpapar dalam waktu lama.

banner 336x280

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Kesehatan menyiapkan Rumah Oksigen sebagai fasilitas pelayanan sementara bagi warga yang mengalami sesak napas maupun gangguan pernapasan akibat paparan asap.

Fasilitas tersebut menyediakan oksigen secara gratis sebagai pertolongan awal bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan pernapasan sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr Ani Rusmila, mengatakan Rumah Oksigen disiapkan untuk mempercepat respons terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap.

“Rumah Oksigen ini diharapkan dapat memberikan pertolongan pertama secara lebih cepat sebelum masyarakat menuju fasilitas kesehatan tingkat lanjut apabila memang diperlukan,” ujarnya, Kamis (3/9/2026).

Untuk memperluas akses layanan, Ani menginstruksikan seluruh puskesmas di Kota Banjarbaru menyediakan Rumah Oksigen sesuai kemampuan dan jenis pelayanan masing-masing.

Saat ini, Rumah Oksigen yang beroperasi di PSC Kota Banjarbaru dan Puskesmas Cempaka memberikan pelayanan selama 24 jam.

Sementara itu, puskesmas lainnya memberikan pelayanan sesuai jam operasional masing-masing.

Di tengah ancaman kabut asap, masyarakat juga diminta tidak mengabaikan kondisi kesehatan. Upaya mengurangi paparan asap menjadi salah satu langkah penting untuk menekan risiko gangguan pernapasan.

Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan kondisi kesehatan tertentu perlu mendapat perhatian lebih selama kualitas udara memburuk.

“Kepada seluruh masyarakat Kota Banjarbaru, mari cegah paparan asap dengan menggunakan masker, membatasi aktivitas di luar rumah pada jam-jam rawan, mengonsumsi makanan yang bergizi dan minum air yang cukup,” imbau Ani.

Dengan disiapkannya Rumah Oksigen di sejumlah fasilitas kesehatan, Pemko Banjarbaru berupaya memperpendek waktu respons ketika warga mulai mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap.

banner 336x280