Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, harga hewan kurban di Kabupaten Banjar terpantau relatif stabil. Dinas Peternakan Kabupaten Banjar memastikan ketersediaan ternak kurban juga masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, drh Lulu Vilavardi mengatakan, hingga H-2 Idul Adha belum terjadi lonjakan harga yang signifikan pada hewan kurban, baik sapi maupun kambing.
“Dari segi ketersediaan kita cukup, walaupun tinggal satu sampai dua hari lagi menjelang hari H. Harga juga dari awal kami pantau tidak mengalami perubahan yang signifikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk sapi jenis Bali saat ini dibanderol sekitar Rp70 ribu per kilogram hidup. Penjualan dilakukan menggunakan metode timbang, bukan taksiran.
Sementara sapi limosin dan simental juga berada di kisaran harga yang sama. Adapun sapi kisar atau sapi campuran Bali dan Peranakan Ongole (PO) dijual lebih murah, yakni sekitar Rp65 ribu per kilogram hidup.
“Memang ukuran sapi kisar lebih kecil dibanding limosin atau simental, sehingga harganya juga lebih rendah,” katanya.
Sedangkan untuk kambing dan domba, harga ditentukan berdasarkan ukuran dan tinggi badan hewan. Saat ini harganya berkisar Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta per ekor.
Menurut Lulu, stabilnya harga tahun ini dipengaruhi oleh pasokan hewan kurban yang masih aman serta distribusi ternak yang berjalan lancar.
Pengiriman hewan kurban dari Kabupaten Banjar bahkan menjangkau sejumlah daerah seperti Tanah Laut, Rantau hingga Kalimantan Tengah, meski jumlah pengiriman ke luar daerah tidak terlalu banyak.
“Stok terbesar tetap untuk memenuhi kebutuhan Kabupaten Banjar dan Banjarbaru,” jelasnya.
Selain memastikan stok dan harga, pihaknya juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap hewan kurban yang dijual pedagang maupun pengumpul ternak.
“Sebagian besar sudah kami periksa. Pemeriksaan dilakukan secara fisik, pemeriksaan kotoran hingga cek darah, dan insya Allah kondisinya sehat,” ungkap Lulu.
Ia memastikan hingga saat ini belum ditemukan adanya penyakit menular pada hewan kurban di Kabupaten Banjar. Bahkan jika ditemukan hewan yang mengalami penurunan kondisi fisik, pihak dinas langsung memberikan terapi suportif secara gratis.
“Kalau ada sapi yang kurang fit atau kurang makan, kami bantu terapi suportif gratis dari dinas supaya saat hari H kondisinya kembali sehat,” pungkasnya.

















