by

HARI GURU NASIONAL, ALI SYAHBANA AJAK MASYARAKAT HORMATI GURU LEWAT PERILAKU BUKAN MATERI

banner 468x60

Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com — Momentum Hari Guru Nasional dimaknai berbeda oleh pemerhati pendidikan yang juga anggota DPRD Kabupaten Banjar, Ali Syahbana. Ia menegaskan bahwa penghormatan sejati terhadap guru tidak terletak pada hadiah atau bingkisan, melainkan pada etika dan karakter peserta didik.

banner 336x280

Pandangan tersebut disampaikan Ali menanggapi edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan yang melarang pemberian hadiah kepada guru pada peringatan Hari Guru Nasional.

“Selamat Hari Guru kepada seluruh pendidik yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mencerdaskan generasi. Di hari yang bermakna ini, marilah kita merenungkan kembali hakikat sejati dari apresiasi terhadap jasa seorang guru,” ucapnya.

Ali menilai kebijakan larangan pemberian hadiah merupakan langkah tepat untuk menjaga martabat, integritas, dan profesionalisme tenaga pendidik. Menurutnya, apresiasi moral jauh lebih berarti dibandingkan bentuk materi apa pun.

“Hadiah yang lahir dari keikhlasan murid memang bernilai simbolis, tetapi penghargaan yang paling luhur tidak terletak pada materi, melainkan pada sikap hormat dan etika yang terinternalisasi dalam keseharian peserta didik,” tegas Ali.

Ia menjelaskan, murid menunjukkan penghargaan sejati ketika mereka bersikap sopan, berdisiplin, menghormati guru, dan belajar dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, nilai tersebut merupakan wujud apresiasi yang tidak dapat digantikan oleh barang.

“Menjaga etika, menunjukkan sopan santun, serta komitmen untuk belajar adalah bentuk terima kasih yang lebih berharga daripada hadiah apa pun. Penghormatan sejati bukanlah apa yang diberikan, tetapi bagaimana kita menempatkan guru sebagai fondasi pembentukan jiwa dan karakter,” jelasnya.

Lebih jauh, Ali mengingatkan bahwa penghormatan kepada guru bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi bagian dari kultur sosial yang harus terus dipelihara. Guru, katanya, merupakan agen moral yang membentuk watak bangsa dan simbol kebijaksanaan dalam peradaban.

Ia mengajak masyarakat untuk menumbuhkan budaya apresiasi yang tulus, bukan yang berbasis transaksi simbolik atau tekanan sosial.

“Semangat Hari Guru harus menjadi momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai luhur pendidikan. Memuliakan guru karena dedikasi dan ketulusan mereka adalah bentuk penghargaan tertinggi,” ujarnya.

banner 336x280