Kalimantan Selatan, SuratKabarDigital.com — Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin melepas 56 kafilah Kalsel yang akan berlaga pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Nasional di Semarang, Jawa Tengah.
Pelepasan kontingen berlangsung di Banjarmasin, Rabu (9/9/2026), diawali Salat Magrib berjemaah, dilanjutkan Salat Hajat dan doa bersama. Rangkaian kemudian ditutup dengan Salat Isya berjemaah.
Di balik doa untuk kesuksesan para kafilah, Muhidin memberikan pesan tegas kepada para pendamping yang ditugaskan mengawal kontingen Kalsel selama berada di Semarang.
Ia meminta seluruh pendamping fokus menjalankan tugas dan memastikan kebutuhan para kafilah terpenuhi. Pendamping juga diingatkan tidak menggunakan waktu penugasan untuk bepergian ke daerah lain.
“Bagi pendamping, agar kiranya tidak jalan-jalan ke daerah lain selama melaksanakan tugasnya dalam mendampingi para kafilah. Karena kita niatnya adalah mengiringi kafilah di Semarang. Jadi, pastikan betul-betul keperluan para kafilah di sana terpenuhi,” ujar Muhidin.
Tak berhenti pada imbauan, Muhidin bahkan menyiapkan sanksi bagi pejabat yang kedapatan meninggalkan lokasi penugasan untuk bepergian ketika tugas masih berlangsung.
“Jika ada yang ketahuan jalan-jalan ke daerah lain saat tugasnya masih belum selesai, maka akan ada sanksi berat menanti. Jika ia seorang kepala dinas, maka akan saya ganti. Begitu pula dengan TAG atau pejabat lain di lingkup Pemprov Kalsel, jika ketahuan sedang jalan-jalan ke daerah lain saat bertugas, maka akan saya berhentikan,” tegasnya.
Sementara kepada 56 kafilah, Muhidin berpesan agar menjaga kesehatan, pola makan dan kondisi fisik selama mengikuti MTQ yang berlangsung 11 hingga 20 September 2026.
Menurutnya, kondisi fisik yang prima diperlukan agar para peserta dapat menjalankan tugas sebagai wakil Kalsel secara maksimal.
“Mudah-mudahan dengan pelepasan malam ini, para kafilah bisa menjaga diri, khususnya kesehatan, pola makan, dan segala sesuatunya supaya di sana dalam keadaan sehat dan fit, sehingga bisa melaksanakan kewajibannya dengan baik sebagai perwakilan Kalsel pada MTQ XXXI di Semarang,” katanya.
Muhidin juga menegaskan bahwa keikutsertaan Kalsel dalam MTQ Nasional tidak semata-mata berorientasi pada prestasi perlombaan.
Lebih jauh, ia berharap keberadaan kontingen Kalsel di ajang nasional tersebut dapat ikut mendorong masyarakat semakin mencintai Al-Qur’an, termasuk meningkatkan kebiasaan membaca dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
“Target utama dari keikutsertaan kontingen ini adalah untuk membangkitkan dan meningkatkan budaya gemar membaca Al-Qur’an di tengah masyarakat luas,” pungkasnya.

















