Kalimantan Selatan, SuratKabarDigital.com – Keluhan petani dan nelayan di Kalimantan Selatan terkait sulitnya mendapatkan solar untuk mengoperasikan alat dan mesin pertanian (alsintan) dan perahu kian menguat. Di tengah kondisi tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Kalsel mengungkapkan bahwa sebenarnya solusi jangka panjang telah disiapkan jauh sebelum kelangkaan BBM bersubsidi.
Ketua DPW Tani Merdeka Kalsel, Alin Wijaya, Tani Merdeka telah menggagas pembangunan pom bensin mini khusus untuk petani dan nelayan yang akan menyediakan bahan bakar subsidi seperti solar dan pertalite.
“Sejak awal kami (Tani Merdeka) sudah merencanakan pembangunan pom mini untuk petani dan nelayan. Di Kalimantan Selatan hampir 100 titik sudah dibahas bersama pemerintah pusat dan Pertamina,” ujar Alin.
Menurutnya, program ini dirancang untuk mempermudah akses petani dan nelayan terhadap bahan bakar, khususnya dalam menunjang operasional alsintan dan perahu yang sangat bergantung pada ketersediaan solar subsidi.
Alin menegaskan, rencana tersebut saat ini tinggal menunggu tahap realisasi setelah melalui pembahasan yang cukup matang. Ia pun berkomitmen untuk kembali mengawal program ini hingga ke tingkat pusat dalam waktu dekat.
“Kami berharap rencana ini bisa segera terealisasi agar kebutuhan petani dan nelayan terpenuhi. Dalam waktu dekat, saya akan kembali mengawal ini ke Jakarta,” tegasnya.
Di sisi lain, Alin juga mengimbau para petani dan nelayan untuk bersabar menghadapi kondisi kelangkaan solar yang terjadi saat ini. Ia menyebut persoalan ini melibatkan banyak pihak sehingga membutuhkan penanganan menyeluruh dari pemerintah pusat.
“Kami tidak bisa menyalahkan pihak tertentu karena ini menyangkut banyak aspek. Namun kami tidak hanya diam, kami akan desak terus agar bisa segera terealisasi” katanya.
Sebagai perpanjangan tangan masyarakat, Tani Merdeka Kalsel mengaku terus menyuarakan aspirasi nasyarakat ke pemerintah pusat, dengan harapan ke depan tidak lagi terjadi keluhan serupa yang dapat mengganggu produktivitas sektor pertanian dan perikanan di daerah.

















