Oleh: Rudy Azhary
“Mencerdaskan kehidupan bangsa,” begitulah kiranya cita-cita para pendiri bangsa menempatkan dunia pendidikan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pada alinea keempat sebagai salah satu fondasi, bahkan pilar dalam tujuan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Berjuluk “Kota Pendidikan”, Kota Banjarbaru kini dipimpin oleh Wali Kota Erna Lisa Halaby (ELH). Dalam banyak penerjemahan visi-misinya, yaitu Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, dan Sejahtera), bagi ELH, sektor pendidikan menjadi urat nadi dalam menjaga marwah dan martabat Banjarbaru sebagai Kota Pendidikan.
Pada tahun 2025, Dinas Pendidikan berhasil meningkatkan mutu dan kualitas dunia pendidikan secara perlahan namun pasti. Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada tahun pertama kepemimpinan ELH berada pada angka 88,94 atau Tuntas Madya. Angka itu cenderung meningkat seiring jalannya roda pemerintahan yang dinakhodai perempuan pertama dalam sejarah Kota Banjarbaru yang berhasil menjadi Wali Kota.
Bahwa masih adanya anak putus sekolah, ELH tidak lari dan menjadikan problematika itu sebagai fokus utama yang wajib diselesaikan. Penyelesaian pada dunia pendidikan dikerjakan bersama-sama secara lintas sektoral agar lebih cepat mencapai tujuan untuk menjaga, menciptakan, sekaligus menyiapkan “karpet merah” agar generasi penerus tak ada lagi yang buta huruf atau gagap teknologi.
Meski tetap dengan beragam tantangan sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan, jalan kebijakan di bawah kepemimpinan ELH pada sektor pendidikan menunjukkan tren positif. Di antaranya, Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) mencapai 11,07 tahun, sementara Angka Harapan Lama Sekolah (AHLS) berada di angka 14,87 tahun. Capaian itu adalah refleksi atas hasil kerja bersama untuk menjaga kualitas serta keberlanjutan pendidikan masyarakat di Banjarbaru. Banjarbaru berada pada posisi tertinggi di Kalimantan Selatan dari sekian indikator tersebut.
Monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut itu tidak lepas dari beragam program strategis Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru selama ini. Mulai dari peningkatan mutu sarana dan prasarana hingga sumber daya manusia atau kualitas tenaga pendidiknya.
Terlepas dari itu semua, Pemerintah Kota Banjarbaru di bawah pimpinan Wali Kota ELH juga tak melupakan penguatan pendidikan berkarakter sebagai bagian penting menyukseskan sumber daya manusia yang berakhlak mulia dan berdaya saing untuk mencapai tujuan Banjarbaru EMAS. Kerja keras lintas sektoral seperti pelibatan tokoh agama, akademisi, praktisi, dan lembaga terkait lainnya menjadi penyelaras cita-cita.
MENJEMPUT PENDIDIKAN
Dari sekian banyak program strategisnya, pemerintahan di era Wali Kota ELH juga merambah masuk ke bagian terdalam, yakni memastikan pendidikan benar-benar didapatkan bagi mereka yang secara ekonomi kurang mampu. Hal ini diperkuat dengan rehabilitasi, pembangunan, dan peningkatan sarana-prasarana pendidikan, termasuk peningkatan mutu kompetensi guru melalui beragam pelatihan literasi dan numerasi. Menyelaraskan perkembangan teknologi berbasis digital juga menjadi fokus utama Banjarbaru, selain peningkatan dan pembinaan bakat serta minat, seperti halnya olahraga dan sains.
Di tengah pekerjaan rumah dunia pendidikan seperti masih adanya anak tidak sekolah (ATS) dan dinamika ketersediaan tenaga pendidikan, pemerintah memberikan perhatian khusus. Fokus tersebut merupakan cara agar tidak memengaruhi secara signifikan pemerataan dan keberlanjutan layanan pendidikan.
Dalam tujuan dan cita-cita besar yang mulia tersebut, sinergisitas antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat menjadi bagian paling penting agar denyut nadi pendidikan tumbuh dan berkembang dengan sehat, maju, serta tidak gagap teknologi dan zaman.










































