by

ACARA KENAL PAMIT KAPOLRES BANJAR JADI SOROTAN, WARTAWAN DIDUGA DIDORONG HINGGA DIUSIR PROVOS

banner 468x60

Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com — Momentum kenal pamit Kapolres Banjar yang seharusnya menjadi ajang mempererat hubungan kepolisian dengan insan pers justru diwarnai ketegangan.

banner 336x280

Seorang wartawan, Wahyu Firdha, mengaku diusir bahkan diduga didorong petugas Provos saat hendak masuk ke Aula Polres Banjar untuk meliput kegiatan sekaligus berkenalan dengan Kapolres Banjar yang baru, AKBP Boni Ariefianto, Sabtu (12/9/2026).

Peristiwa itu terjadi ketika rangkaian pisah sambut dari AKBP dr. Fadli kepada AKBP Boni Ariefianto memasuki sesi hiburan dan bernyanyi.

Wahyu mengatakan, dirinya datang bukan untuk mengganggu acara. Ia mengaku hanya ingin mengambil gambar suasana kegiatan untuk kebutuhan jurnalistik sekaligus memperkenalkan diri kepada pimpinan baru Polres Banjar.

Namun, niat tersebut justru berujung pada teguran hingga pengusiran.

“Saya cuma ingin mengambil gambar untuk liputan, dan berkenalan dengan Kapolres yang baru. Malah diusir, bahkan saya didorong petugas yang berjaga di pintu, padahal waktunya sudah masuk sesi santai,” ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, dirinya sempat mengambil gambar suasana hiburan di dalam aula sebelum akhirnya ditegur petugas.

Persoalan kemudian menjadi sorotan karena bukan hanya dirinya yang disebut tidak diperkenankan masuk. Belasan wartawan lainnya yang berada di luar aula juga disebut tidak diizinkan mengikuti kegiatan tersebut.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan jurnalis mengapa kegiatan kenal pamit Kapolres yang semestinya menjadi ruang membangun komunikasi justru terkesan membatasi akses wartawan.

Terlebih, insiden tersebut terjadi di tengah suasana acara yang sudah memasuki sesi hiburan.

Wahyu mengaku kecewa dengan perlakuan tersebut. Selama bertahun-tahun menjalankan tugas jurnalistik dan meliput kegiatan di lingkungan Polres Banjar, ia menyebut baru kali ini mengalami kejadian serupa.

“Selama sembilan tahun saya jadi wartawan dan sering meliput di Polres Banjar, baru kali ini mengalami perlakuan seperti ini,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Banjar maupun petugas Provos yang berjaga terkait alasan pembatasan akses wartawan, termasuk dugaan pengusiran dan dorongan terhadap Wahyu.

banner 336x280