Banjarbaru, SuratKabarDigital.com — Persoalan parkir saat jam antar-jemput siswa hingga drainase terbuka yang dinilai membahayakan pengguna jalan menjadi sejumlah aspirasi yang disampaikan warga Mentaos kepada Anggota DPRD Kota Banjarbaru, M Fauzan Noor.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam kegiatan reses Fauzan Noor di wilayah Mentaos, Jumat (28/8/2026) malam. Warga berharap persoalan yang terjadi di sekitar lingkungan sekolah dapat segera teratasi.
Fauzan mengatakan, salah satu keluhan warga berkaitan dengan arus lalu lintas di Jalan RP Soeparto, karena banyak motor yang parkir sembarangan saat mengantar maupun menjemput siswa SD dan Paud.
Kondisi tersebut membuat kepadatan kendaraan kerap terjadi, mengingat lokasi SD dan Paud yang jaraknya hanya bersebelahan.
“Disampaikan mengenai keluhan, terutama di sini ada SD dan PAUD yang sangat berdekatan. Masyarakat ingin parkir saat pengantaran dan penjemputan anak sekolah bisa diatur,” kata Fauzan.
Menurutnya, penataan parkir diperlukan karena ruas jalan yang digunakan para wali murid juga merupakan akses umum warga sekitar.
“Parkir ini harus diatur, supaya wali murid bisa lebih rapi. Setelah menjemput, langsung pulang, jangan sampai sudah menjemput tetapi masih berdiam, ngobrol atau melakukan kegiatan lainnya,” ujarnya.
Fauzan menilai, pengaturan tidak hanya diperlukan ketika jam kepulangan siswa, tetapi juga saat pagi hari ketika aktivitas pengantaran berlangsung.
Selain itu, warga juga menyoroti kondisi drainase di sepanjang Jalan RP Soeparto yang belum memiliki penutup.
Menurut Fauzan, drainase terbuka tersebut cukup membahayakan pengguna jalan. Bahkan, warga menyebut sejumlah pengendara pernah mengalami kecelakaan hingga tercebur ke parit atau saluran drainase.
“Warga juga mengeluhkan drainase yang belum ada tutupnya. Paling tidak untuk mengamankan pengendara. Tadi warga menyampaikan sering terjadi kecelakaan, ada yang sampai tercebur ke parit atau drainase,” jelasnya.
Karena itu, ia mendorong agar drainase di sepanjang Jalan RP Soeparto dapat ditutup, terutama pada bagian yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Selain infrastruktur, aspirasi lain yang disampaikan warga berkaitan dengan sosialisasi dan pelatihan bagi masyarakat dalam menghadapi kebakaran.
Fauzan menyebut masyarakat membutuhkan edukasi mengenai langkah awal yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
“Selain itu ada aspirasi mengenai sosialisasi dan pelatihan untuk pemadam kebakaran, termasuk bagaimana masyarakat memahami cara penanganan kebakaran sejak awal,” katanya.
Menatap 2027, Fauzan berharap berbagai aspirasi yang dihimpun melalui reses dapat menjadi perhatian pemerintah dan direalisasikan secara bertahap.
“Mudah-mudahan di 2027 aspirasi masyarakat ini bisa didengar dan bisa direalisasikan. Pembangunan di Banjarbaru juga bisa stabil,” harapnya.











