Banjarbaru, SuratKabarDigital.com – Upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan tidak hanya dilakukan melalui pengadaan fasilitas dan teknologi, tetapi juga dengan memperkuat budaya keselamatan pasien di lingkungan rumah sakit. Komitmen itulah yang ditunjukkan Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru melalui Workshop Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP) yang digelar selama dua hari.
Kegiatan yang berlangsung pada 9–10 Juni 2026 di Aula Besar RSD Idaman tersebut diikuti perwakilan berbagai unit pelayanan dan penunjang rumah sakit. Workshop menghadirkan materi strategis terkait indikator mutu rumah sakit, sasaran keselamatan pasien, insiden keselamatan pasien, hingga manajemen risiko.
Direktur RSD Idaman Kota Banjarbaru, dr. Danny Indrawardhana, mengatakan peningkatan mutu dan keselamatan pasien merupakan fondasi utama dalam pelayanan kesehatan modern.
“Pelayanan yang berkualitas tidak hanya diukur dari keberhasilan tindakan medis, tetapi juga dari kemampuan rumah sakit dalam memastikan keselamatan pasien pada setiap proses pelayanan,” ujarnya.
Menurut dr. Danny, seluruh tenaga kesehatan dan unsur pendukung rumah sakit memiliki peran penting dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas yang terus dilakukan.
“Workshop ini menjadi sarana untuk menyamakan persepsi, memperkuat kompetensi, dan meningkatkan pemahaman seluruh petugas terhadap standar mutu serta keselamatan pasien yang harus diterapkan dalam pelayanan sehari-hari,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya menerima materi dari narasumber, tetapi juga terlibat aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Metode tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penerapan sistem mutu di lingkungan rumah sakit.
dr. Danny menjelaskan bahwa penerapan PMKP memiliki dampak langsung terhadap kualitas layanan yang diterima masyarakat. Melalui sistem yang terukur, rumah sakit dapat melakukan evaluasi berkelanjutan dan mengidentifikasi potensi risiko sebelum menimbulkan dampak bagi pasien.
“Tujuan akhirnya adalah menghadirkan pelayanan yang aman, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Setiap proses harus memiliki standar yang jelas dan terus dievaluasi untuk memastikan mutu pelayanan tetap terjaga,” jelasnya.
Ia menambahkan, budaya keselamatan pasien tidak dapat dibangun secara instan, melainkan membutuhkan komitmen bersama dari seluruh elemen rumah sakit.
“Kami ingin budaya mutu dan keselamatan pasien menjadi bagian dari keseharian seluruh pegawai. Dengan demikian, masyarakat akan mendapatkan pelayanan kesehatan yang semakin profesional, aman, dan terpercaya,” tambahnya.
Melalui workshop tersebut, RSD Idaman berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan berbagai standar pelayanan yang telah dipelajari guna mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat Banjarbaru dan Kalimantan Selatan.











