by

PENGAWASAN DIPERKETAT, LAPAS BANJARBARU GELEDAH 40 KAMAR DAN TES URINE WARGA BINAAN

banner 468x60

Banjarbaru, SuratKabarDigital.com — Pengawasan terhadap warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru diperketat. Sebanyak 40 kamar hunian disisir dalam razia gabungan yang melibatkan sejumlah aparat penegak hukum (APH), Sabtu (19/9/2026).

banner 336x280

Tak hanya membongkar potensi barang terlarang di dalam kamar, razia tersebut juga dibarengi tes urine terhadap 100 warga binaan dan 30 petugas Lapas.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemberantasan handphone, pungutan liar, dan narkotika (Halinar), sekaligus deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.

Razia diawali apel gabungan yang diikuti 96 petugas Lapas Banjarbaru, 10 personel Satbrimob Polda Kalsel, 11 anggota Polres Banjarbaru, enam personel BNN Kota Banjarbaru, serta lima anggota Koramil 1006-07/Banjarbaru.

Kabid Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Kalsel, Isnawan, turut hadir bersama jajaran.

Petugas kemudian menyisir 40 kamar hunian di Blok Tarumanegara dan Blok Padjajaran. Pemeriksaan dilakukan terhadap kamar maupun barang-barang milik warga binaan untuk memastikan tidak ada benda yang berpotensi mengganggu keamanan.

Hasilnya, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam kamar hunian.

Di antaranya senjata tajam rakitan, terminal listrik rakitan, kipas angin, korek api gas, paku, gunting kuku, alat cukur, sendok stainless, botol parfum hingga kartu domino.

Seluruh barang hasil razia langsung diamankan untuk selanjutnya dimusnahkan sesuai ketentuan.

Di sisi lain, pengawasan tidak hanya diarahkan kepada warga binaan. Sebanyak 30 petugas Lapas juga menjalani tes urine bersama 100 warga binaan.

Pelibatan APH dalam proses tersebut disebut untuk memastikan pemeriksaan berlangsung objektif dan transparan.

1001544661

Kepala Lapas Banjarbaru, Irwanto Dwi Yhana Putra, mengatakan razia gabungan dan tes urine menjadi langkah konkret untuk menjaga keamanan sekaligus memperkuat komitmen pemberantasan Halinar.

“ Kegiatan pada hari ini merupakan dukungan kami terhadap 15 Program Aksi yang dicanangkan Bapak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kami berkomitmen penuh untuk terus menciptakan Lapas yang bersih dari Halinar melalui kolaborasi yang solid dan kompak dengan APH guna membangun Indonesia yang lebih maju,” tegas Irwanto.

Menurutnya, keterlibatan lintas instansi menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan di dalam Lapas.

Kabid Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenpas Kalsel, Isnawan, menyebut razia dan tes urine tersebut merupakan langkah preventif sekaligus deteksi dini.

“Razia dan tes urine ini merupakan langkah preventif sekaligus deteksi dini untuk memastikan kondisi Lapas tetap aman dan kondusif. Kami tidak dapat bekerja sendiri, sehingga sinergi dengan APH sangat penting dalam mewujudkan Lapas yang bersih dari narkoba,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Perwakilan BNN Kota Banjarbaru, dr. Daryl Alfitri. Menurutnya, pelibatan APH dalam kegiatan pengawasan menjadi bagian penting dalam mencegah potensi penyalahgunaan narkotika maupun gangguan keamanan.

“Sinergi antara Lapas dan APH merupakan hal yang sangat penting. Melalui kegiatan seperti ini, kita bersama-sama melakukan upaya pencegahan, pengawasan, dan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan maupun penyalahgunaan narkoba di lingkungan Lapas,” ungkapnya.

Dukungan juga disampaikan anggota Polres Banjarbaru, Ipda Pujiyanto. Ia menyebut keterlibatan kepolisian merupakan bentuk dukungan terhadap langkah pengawasan yang dilakukan Lapas Banjarbaru.

“Kegiatan ini merupakan bukti nyata sinergi antar APH dalam menjaga kondusifitas di dalam Lapas. Kami siap mendukung penuh setiap langkah pembinaan dan pengawasan yang dilakukan oleh jajaran Lapas Banjarbaru,” ujarnya.

Sementara itu, anggota Koramil 1006-07/Banjarbaru, Peltu Andreas, memastikan pihaknya siap mendukung pengawasan di lingkungan pemasyarakatan.

“Kami siap mendukung langkah-langkah Lapas dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkala,” harapnya.

Rangkaian razia dan tes urine tersebut berlangsung aman dan tertib. Lapas Banjarbaru menegaskan pengawasan serupa akan terus dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini serta upaya menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap aman dan bersih dari Halinar.

banner 336x280