by

PEMPROV KALSEL FOKUS TINGKATKAN PELAYANAN JAMAAH MASJID RAYA SABILAL MUHTADIN DI 2026

banner 468x60


Kalimantan Selatan, SuratKabarDigital.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan di Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin yang dibuka oleh Plt Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kalsel, Fahrurazi, mewakili Gubernur Kalsel Muhidin, di salah satu hotel di Banjarmasin, Sabtu (6/12/2025).

banner 336x280

Dalam arahannya, Gubernur meminta seluruh pengurus masjid memperkuat strategi pelayanan jamaah serta menyiapkan program yang lebih terukur untuk tahun 2026.

“Yang sudah dijalankan di 2025 kita evaluasi kembali. Kalau masih ada yang kurang atau belum optimal, perlu dipikirkan strategi baru agar pelayanan terhadap jamaah berjalan baik dan maksimal,” ujar Fahrurazi menyampaikan pesan Gubernur.

Menurut Gubernur, peningkatan kualitas pelayanan merupakan prioritas utama, baik bagi jamaah lokal dari Banjarmasin, masyarakat Kalimantan Selatan, hingga tamu dari luar daerah yang menjadikan Sabilal Muhtadin sebagai destinasi wisata religi.

“Pak Gubernur menginginkan semua jamaah yang datang mendapatkan pelayanan yang baik dan optimal,” tegasnya.

Sebagai masjid binaan Pemprov Kalsel, Masjid Raya Sabilal Muhtadin akan tetap mendapat dukungan, termasuk dalam hal pendanaan. Hal ini selaras dengan visi Kalimantan Selatan Bekerja pada pilar ketiga, yaitu religius.

“Mudah-mudahan syiar kegiatan keagamaan di Sabilal semakin semarak sehingga terlihat bahwa Kalimantan Selatan benar-benar daerah yang religi,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu juga direncanakan sejumlah perbaikan fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan jamaah pada 2026. Setelah pemasangan sistem pumping rampung tahun ini, Pemprov akan melakukan peningkatan fasilitas lain, seperti:
Perbaikan kubah masjid

Pembenahan plafon yang mengalami kebocoran

Perbaikan tempat duduk jamaah

Renovasi toilet dan area wudhu

Sarana toilet dan wudhu akan menjadi perhatian khusus karena menjadi penunjang utama kenyamanan jamaah, terutama dari luar daerah.

“Toilet dan tempat wudhu harus terus diperhatikan kebersihan dan keindahannya,” ucapnya.

Gubernur juga mendorong peningkatan kompetensi pengurus masjid, khususnya penggunaan teknologi digital dalam pengelolaan kegiatan dan pelayanan umat.

“Tidak perlu inovasi yang terlalu muluk. Yang penting bagaimana pelayanan terhadap jamaah tetap jadi prioritas,” tegasnya mengakhiri.

banner 336x280

News Feed