by

MUSIM KEMARAU 2026 DIPREDIKSI LEBIH KERING, GUBERNUR KALSEL MINTA SATGAS LUMPUHKAN TITIK API SEJAK AWAL

banner 468x60

Kalimantan Selatan, SuratKabarDigital.com – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, mengingatkan seluruh jajaran penanggulangan bencana agar tidak lengah menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat pada puncak musim kemarau 2026.

banner 336x280

Peringatan itu disampaikan saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 di kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Senin (6/7/2026).

Menurut Muhidin, musim kemarau tahun ini diprediksi lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sehingga seluruh personel dan peralatan harus berada dalam kondisi siap siaga.

“Saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Basarnas, serta seluruh unsur Satgas kebakaran hutan dan lahan atas kesiapan dan dedikasi saudara sekalian sehingga apel kesiapsiagaan ini dapat terselenggara dengan baik,” ujarnya.

Sebagai koordinator penanggulangan karhutla di daerah, Muhidin meminta patroli terpadu di kawasan rawan terus diperkuat agar setiap kemunculan titik api dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran besar.

“Saya meminta seluruh Satgas meningkatkan patroli terpadu dan memperkuat koordinasi di lapangan. Pastikan pemadaman dilakukan secepat mungkin sejak titik api pertama terdeteksi agar kebakaran tidak meluas,” tegasnya.

Ia juga menginstruksikan seluruh instansi memastikan kesiapan personel, kendaraan, serta peralatan pemadaman agar dapat langsung dioperasikan sewaktu-waktu dibutuhkan.

Selain kesiapan aparat, Gubernur menekankan bahwa keberhasilan mencegah karhutla sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Ia mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan.

“Kita harus terus mengingatkan seluruh masyarakat Kalimantan Selatan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Perluas sosialisasi dan libatkan masyarakat agar ikut memantau kondisi di sekitarnya sehingga risiko kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan,” katanya.

Muhidin menilai kesiapsiagaan lintas sektor menjadi kunci utama dalam melindungi masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus menghindari dampak ekonomi akibat kebakaran hutan dan lahan.

Ia berharap seluruh unsur yang tergabung dalam Satgas Karhutla terus menjaga koordinasi dan bekerja cepat apabila ditemukan titik api di lapangan.

“Apel kesiapsiagaan ini adalah bentuk komitmen kita bersama untuk melindungi masyarakat dan lingkungan Kalimantan Selatan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan perlindungan dan kemudahan kepada seluruh petugas dalam menjalankan tugas di lapangan,” tutupnya.

banner 336x280