by

MENGAKU DAPAT BISIKAN GAIB, PRIA DI BANJAR BACOK AYAH KANDUNG DAN TETANGGA HINGGA TEWAS

banner 468x60

Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com – Warga Desa Pakutik, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar digegerkan dengan aksi penganiayaan brutal yang diduga dilakukan seorang pria berinisial L (41), Selasa (19/5/2026) pagi. Dalam peristiwa itu, satu orang dilaporkan meninggal dunia usai dibacok menggunakan parang.

banner 336x280

Kapolres Banjar AKBP Dr. Fadli melalui Kasi Humas Iptu M Rifani membenarkan adanya kasus penganiayaan berat yang mengakibatkan korban jiwa tersebut.

“Iya benar, telah terjadi tindak pidana penganiayaan dengan pemberatan yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia di wilayah hukum Polsek Sungai Pinang,” ujar Rifani.

Berdasarkan informasi kepolisian, pelaku pertama kali menyerang korban berinisial M yang diketahui merupakan ayah kandungnya sendiri. Korban mengalami luka bacok di bagian belakang kepala sebelah kiri akibat sabetan parang.

Usai menyerang ayahnya, pelaku kemudian mendatangi korban kedua berinisial S dan kembali melakukan pembacokan di bagian bahu, kepala, serta tangan.

Korban mengalami luka serius dan sempat dilarikan menuju RSUD Ratu Zalecha Martapura. Namun nahas, nyawanya tidak tertolong dan korban meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

Tak berhenti sampai di situ, pelaku juga menyerang korban ketiga berinisial Hj. N yang berada di dalam rumah. Korban mengalami luka pada bagian leher dan tangan kiri.

“Setelah melakukan penganiayaan, pelaku sempat melarikan diri. Namun berkat kesigapan personel piket SPKT Polsek Sungai Pinang bersama warga, pelaku berhasil diamankan,” kata Rifani.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah parang sepanjang sekitar 55 sentimeter dengan gagang hitam berukir yang diduga digunakan dalam aksi tersebut.

Berdasarkan keterangan sementara, pelaku mengaku melakukan penyerangan karena merasa mendengar bisikan yang menyuruh dirinya membacok para korban.

“Menurut pengakuan sementara, terlapor merasa ada yang merasuki atau membisiki dirinya untuk membacok para korban. Informasi yang kami terima, yang bersangkutan juga pernah menjalani pengobatan di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum,” ungkap Rifani.

banner 336x280