Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com – Operasi Zebra Intan 2025 yang digelar Polres Banjar sejak 17 November, menunjukkan wajah kedisiplinan lalu lintas masyarakat yang masih jauh dari ideal. Meski kamera ETLE terus memantau, masih ada pengendara yang nekat melawan arus hingga harus ditindak langsung oleh petugas.
Pelaksana Harian Kasat Lantas Polres Banjar, Iptu Tri Widodo Setiawan, mengatakan bahwa tahun ini Operasi Zebra difokuskan pada penindakan berbasis teknologi melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Sementara penilangan manual hanya diterapkan untuk pelanggaran yang mengancam keselamatan.
“ETLE kami prioritaskan, manual hanya sekitar lima persen. Itu pun khusus pelanggaran fatal seperti melawan arus,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Hingga hari ke-12 operasi, sebanyak 695 pelanggaran telah terekam kamera ETLE, baik melalui kamera statis di Simpang 4 Sekumpul maupun ETLE mobile yang menyasar pelanggaran penggunaan ponsel saat berkendara.
“Kalau hanya mengandalkan satu titik kamera, masyarakat masih bisa menghindar. Karena itu ETLE mobile kami gerakkan,” katanya.
Selain itu, petugas juga memberikan 130 teguran simpatik kepada pengendara yang melakukan pelanggaran ringan.
Meski ETLE jadi strategi utama, Polres Banjar tetap mengeluarkan 9 tilang manual untuk pelanggaran membahayakan jiwa.
“Rata-rata pelanggar enggan putar balik dan memilih melawan arus. Ini sangat berbahaya dan bisa berujung kecelakaan fatal,” ucapnya.
Polisi menyoroti dua kawasan rawan tindakan nekat tersebut: Jalan A Yani arah Pasar Batuah menuju pusat kota, depan Masjid Al-Karomah, dan Simpang 3 Jalan Pendidikan, arah U-turn Dekranasda menuju kawasan Pendidikan dan Al-Jihad
Pengendara disebut memilih jalur pendek, tapi mempertaruhkan keselamatan diri dan pengguna jalan lain.
Operasi Zebra yang akan berlangsung hingga 30 November ini menargetkan penurunan angka kecelakaan sekaligus meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas.
(Randi, red)













