by

KEMARAU DAN KARHUTLA MENGINTAI, STOK PANGAN KALSEL TETAP AMAN DENGAN SURPLUS 600 RIBU TON

banner 468x60

Kalimantan Selatan, SuratKabarDigital.com – Musim kemarau yang berpotensi meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak menyurutkan optimisme Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

banner 336x280

Pemerintah memastikan ketersediaan pangan masih dalam kondisi aman berkat produksi pertanian yang mencapai surplus dibanding kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi pangan Kalsel hingga saat ini mencapai 1.179.000 ton atau hampir 1,2 juta ton.

Sementara kebutuhan konsumsi masyarakat Kalimantan Selatan berada di kisaran 600 ribu ton. Dengan demikian, daerah ini masih memiliki surplus sekitar 600 ribu ton.

“Angka produksi kita mencapai 1.179.000 ton atau hampir 1,2 juta ton. Sementara kebutuhan Kalimantan Selatan sekitar 600 ribu ton. Artinya kita masih surplus sekitar 600 ribu ton,” ujar Syamsir, Rabu (5/8/2026).

Ia menyebut capaian produksi tersebut bahkan mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hingga Agustus 2026, produksi pangan Kalsel meningkat sekitar 15 persen dibanding Agustus 2025.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat cadangan pangan daerah tetap terjaga, baik yang tersimpan melalui Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), lumbung pangan masyarakat, maupun gudang pangan di kabupaten dan kota.

“Jadi masyarakat Kalimantan Selatan tidak perlu khawatir karena cadangan pangan kita mencukupi, baik untuk padi, jagung maupun komoditas lainnya,” katanya.

Strategi Tanam Saat Kemarau
Syamsir menjelaskan, peningkatan produksi tersebut tidak lepas dari strategi penyesuaian pola tanam di sejumlah wilayah.

Saat sebagian daerah mulai menghadapi keterbatasan air akibat kemarau, kawasan rawa lebak di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) justru menjadi salah satu penopang produksi karena memasuki masa tanam setelah air surut.

“Kemarin kita baru melakukan penanaman di Hulu Sungai Utara seluas sekitar 15 ribu hektare. Saat musim hujan lahannya tidak bisa ditanami karena tergenang, tetapi ketika air surut justru menjadi waktu yang tepat untuk tanam,” jelasnya.

Selain HSU, aktivitas panen juga masih berlangsung di Kabupaten Tabalong dan Hulu Sungai Tengah sehingga pasokan gabah dan beras tetap berjalan hingga puncak musim kemarau pada September mendatang.
Antisipasi Kekeringan Lahan Pertanian

Untuk menghadapi risiko kekeringan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, mulai dari pompanisasi, pemanfaatan sumber air yang aman, hingga penggunaan sumur bor dan sumur pantek milik petani.

“Semua sudah kita antisipasi sejak awal bersama Brigade Pangan, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dan para penyuluh di lapangan. Kalau ada sawah yang mengalami kekeringan, pompanisasi sudah kita siapkan,” ungkap Syamsir.

Namun, ia mengingatkan tidak semua sumber air dapat dimanfaatkan untuk pertanian. Air sungai yang memiliki kadar asam tinggi tidak dapat digunakan karena berpotensi merusak tanaman.

“Untuk sungai yang airnya bersifat asam tentu tidak bisa disedot karena bisa merusak tanaman, sehingga alternatifnya menggunakan sumur bor maupun sumur pantek,” katanya.

Alih Komoditas Hadapi Musim Kering
Selain sektor padi, pemerintah juga menyiapkan strategi pada komoditas jagung yang dinilai cukup rentan saat musim kemarau.

Sebagian lahan jagung nantinya akan diarahkan untuk ditanami sorgum, tanaman yang lebih mampu beradaptasi dengan kondisi kering.

“Jagung memang cukup sulit ditanam saat kemarau. Karena itu, dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Kapolda Kalimantan Selatan, kita akan menggantinya dengan tanaman sorgum agar lahan tetap produktif,” tambahnya.

Syamsir juga menegaskan pengendalian karhutla menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian.

Ia berharap dukungan penanganan karhutla, termasuk penggunaan water bombing melalui helikopter di wilayah rawan, terus dilakukan agar dampak terhadap lahan pertanian dapat ditekan.

Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimistis ketahanan pangan daerah tetap terjaga dan mampu mempertahankan posisi sebagai salah satu daerah dengan produksi pangan terbaik di tingkat regional maupun nasional.

banner 336x280