KEBUTUHAN CAPAI 400 KANTONG PER BULAN, RSUD RAZA PERKUAT STOK DARAH PASIEN
Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com – Ketersediaan darah menjadi salah satu faktor krusial dalam layanan kesehatan, terutama bagi pasien yang membutuhkan penanganan cepat. Menjawab kebutuhan tersebut, RSUD Raza Martapura terus mengintensifkan kegiatan donor darah massal sebagai langkah menjaga ketersediaan stok darah rumah sakit.
Direktur RSUD Raza Martapura, Arief Rachman, mengatakan bahwa kegiatan donor darah massal rutin digelar setiap tiga bulan sekali. Selain itu, rumah sakit juga melayani donor darah secara harian melalui ruang khusus yang telah disiapkan.
“Kami memang secara rutin setiap tiga bulan melaksanakan donor darah massal. Di luar itu, setiap hari sebenarnya donor tetap berjalan di rumah sakit,” ujar Arief.
Menurutnya, kebutuhan darah di RSUD Raza Martapura tergolong tinggi, yakni mencapai 300 hingga 400 kantong darah setiap bulan. Kebutuhan tersebut berasal dari berbagai layanan medis, mulai dari tindakan darurat hingga perawatan pasien rawat inap.
Karena itu, pihak rumah sakit secara aktif mengajak seluruh elemen, baik tenaga kesehatan, keluarga pasien, hingga masyarakat umum untuk berpartisipasi mendonorkan darahnya.
“Siapa pun yang berminat, kami persilakan datang ke rumah sakit. Tujuan utamanya adalah membantu pasien, agar saat membutuhkan darah, mereka tidak perlu lagi mencari ke luar,” jelasnya.
Dalam setiap kegiatan donor darah massal, RSUD Raza Martapura menargetkan sedikitnya 100 pendonor, dengan harapan dapat mengamankan stok darah sekaligus mempercepat layanan medis kepada pasien.
Arief menambahkan, darah yang terkumpul tidak hanya digunakan untuk kebutuhan internal rumah sakit, tetapi juga disinergikan dengan PMI Kabupaten Banjar dan PMI Banjarbaru, sehingga distribusi darah dapat lebih optimal.
“Ini bagian dari ikhtiar kami agar pasien bisa terlayani lebih cepat dan tidak terbebani mencari darah sendiri,” katanya.
Saat ini, stok darah RSUD Raza Martapura relatif terjaga. Namun, Arief mengungkapkan bahwa dalam satu bulan terakhir, golongan darah A menjadi yang paling banyak dibutuhkan.
“Mudah-mudahan pendonor golongan darah A bisa semakin banyak, sehingga stok tetap aman dan layanan kepada pasien bisa maksimal,” pungkasnya.
