by

HARGA STABIL DI JANUARI, PEMPROV KALSEL SIAGA TEKAN INFLASI JELANG ANGKUTAN LEBARAN

banner 468x60


Kalimantan Selatan, SuratKabarDigital.com – Stabilitas harga kebutuhan pokok di Kalimantan Selatan pada awal 2026 menjadi modal penting bagi pemerintah daerah dalam menghadapi potensi lonjakan inflasi menjelang musim angkutan Lebaran. Meski pada minggu ketiga Januari 2026 Kalsel justru mencatat penurunan indeks perkembangan harga sebesar 0,03 persen, langkah antisipatif tetap disiapkan.

banner 336x280

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Miftahul Chair, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan pengendalian inflasi di Kalsel berjalan cukup efektif dan daerah ini tidak masuk dalam daftar provinsi dengan kenaikan harga tertinggi secara nasional.

“Pada minggu ketiga Januari ini, Kalsel relatif stabil dan bahkan mengalami penurunan harga sebesar 0,03 persen,” ujarnya usai mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah bersama Kementerian Dalam Negeri secara daring, Senin (19/1/2026).

Meski demikian, Chair menegaskan kewaspadaan tetap diperlukan, terutama menghadapi periode angkutan Lebaran yang diperkirakan berlangsung sejak Februari hingga Maret 2026. Salah satu sektor yang menjadi perhatian khusus adalah transportasi udara, yang kerap memicu tekanan inflasi musiman.

Pemprov Kalsel, kata dia, terus menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Perhubungan, terkait penerapan tarif batas atas tiket pesawat. Kebijakan subsidi dari pemerintah pusat, termasuk PPN yang ditanggung pemerintah, diharapkan tetap berlanjut untuk menahan kenaikan harga.

“Kita berharap kebijakan pengendalian harga, termasuk subsidi, dapat terus berjalan sehingga tidak membebani masyarakat,” jelasnya.

Senada dengan itu, Kepala Biro Perekonomian Setda Prov Kalsel, Eddy Elminsyah Jaya, menekankan pentingnya kepatuhan semua pihak terhadap regulasi yang telah ditetapkan, baik pemerintah daerah maupun maskapai penerbangan.

Ia mengungkapkan, saat ini pemerintah pusat telah memberikan berbagai subsidi, mulai dari subsidi avtur hingga subsidi harga khusus yang berlaku di 37 bandara dari total 257 bandara di Indonesia.

Selain peran pemerintah dan pelaku usaha, Eddy juga mengingatkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga stabilitas inflasi. Perencanaan perjalanan yang bijak dinilai dapat membantu menekan lonjakan harga tiket.

“Masyarakat diimbau tidak membeli tiket saat peak season dan memanfaatkan pembelian lebih awal. Dengan perencanaan yang baik, tekanan inflasi pada masa Lebaran bisa ditekan,” pungkasnya.

banner 336x280

News Feed