Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com — Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Banjar, Hj Helda Rina, menghadiri kegiatan syukuran sekaligus panen raya padi yang digelar Kelompok Tani Sungkai Sejahtera di Desa Sungkai, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, Senin (31/8/2026).
Kehadiran Hj Helda Rina menjadi bentuk dukungan terhadap para petani sekaligus upaya memperkuat semangat masyarakat dalam meningkatkan produksi pangan, khususnya komoditas padi di Kabupaten Banjar.
Panen raya tersebut dilakukan pada areal persawahan sekitar 10 hektare dengan varietas padi Inpari 32. Benih yang digunakan merupakan benih unggul bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian.
Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Banjar, Hj Helda Rina, mengatakan pihaknya memberikan apresiasi terhadap Kelompok Tani Sungkai Sejahtera yang tetap mampu melaksanakan panen di tengah kondisi musim kemarau.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa hadir bersama para petani dalam kegiatan syukuran sekaligus panen raya. Ini tentu menjadi sesuatu yang patut kita syukuri, karena di tengah kondisi kemarau, petani masih bisa menghasilkan panen yang cukup baik,” ujar Helda Rina.
Ia menilai keberhasilan panen tidak terlepas dari kerja keras petani, dukungan pemerintah serta penggunaan benih unggul yang sesuai dengan kondisi lahan.
“Tentu kita berharap ke depan dukungan kepada petani terus diperkuat, baik dari sisi benih, pupuk, pengairan maupun pendampingan. Karena petani adalah salah satu ujung tombak dalam menjaga ketahanan pangan kita,” katanya.
Helda Rina juga menyoroti pentingnya ketersediaan air bagi keberlangsungan pertanian, terutama ketika memasuki musim kemarau. Menurutnya, persoalan pengairan perlu menjadi perhatian bersama agar lahan pertanian tidak semakin banyak terdampak kekeringan.
“Kita berharap persoalan air ini bisa menjadi perhatian bersama. Kalau sumber air masih tersedia, tentu harus dimaksimalkan agar tanaman padi tetap bisa tumbuh dan petani tidak mengalami kerugian,” tuturnya.
Sebagai Ketua TMI Kabupaten Banjar, Helda Rina menegaskan pihaknya akan terus mendorong semangat petani untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian di daerah.

“Kami dari Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Banjar tentu akan terus memberikan dukungan dan menyerap aspirasi para petani. Apa yang menjadi kebutuhan dan kendala di lapangan akan kita dorong agar mendapat perhatian, sehingga kesejahteraan petani dan produksi pangan di Kabupaten Banjar bisa terus meningkat,” pungkasnya.
Disamping itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita, mengatakan hasil ubinan pada panen tersebut mencapai sekitar 5,9 ton gabah kering panen (GKP) per hektare.
“Yang dipanen ini jenis Inpari 32, benih unggul bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian. Hasil ubinan tadi sekitar 5,9 ton gabah kering panen,” kata Warsita.
Menurutnya, capaian tersebut masih cukup baik meskipun terjadi sedikit penurunan produksi akibat kondisi cuaca, terutama kekeringan yang terjadi menjelang masa panen.
“Memang ada sedikit penurunan karena cuaca. Saat mau panen bertepatan dengan musim kemarau. Tapi alhamdulillah masih bisa panen sekitar enam ton per hektare,” ujarnya.
Ia juga mengimbau kelompok tani agar mengoptimalkan sumber air yang tersedia. Apabila terdapat sumber air di sekitar lahan, petani didorong menggunakan pompa untuk memastikan kebutuhan air tanaman tetap terpenuhi.
“Untuk musim kemarau ini, pergunakan air semaksimal mungkin. Kalau masih ada sumber air, gunakan pompa supaya tanaman tetap mendapatkan air dan nantinya bisa panen,” jelasnya.
Selain persoalan air, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar juga mengingatkan petani agar tidak melakukan pembakaran sisa tanaman setelah panen. Imbauan tersebut dinilai penting mengingat musim kemarau turut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sebagai gantinya, sisa-sisa tanaman setelah panen dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi kompos.
“Sisa-sisa dari panen nanti dibuat untuk dikomposkan menjadi pupuk, sehingga bisa dimanfaatkan kembali untuk meningkatkan produksi padi,” katanya.











