Banjarbaru, SuratKabarDigital.com – Anggota DPR RI, Rikwanto, menegaskan pentingnya penguatan nilai kebangsaan melalui sosialisasi Empat Pilar MPR RI sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak konflik global.
Hal itu disampaikannya saat melakukan sosialisasi Empat Pilar di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa sore. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas DPR/MPR untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Saya sore ini ke Banjarbaru untuk melakukan sosialisasi empat pilar. Ini tugas dari DPR-MPR untuk menanamkan rasa kebangsaan kepada masyarakat di Kalimantan Selatan. Tahap ini kita dahulukan di Banjarbaru,” ujarnya.
Menurut Rikwanto, penguatan nilai kebangsaan menjadi semakin relevan di tengah dinamika geopolitik dunia. Ia menyinggung konflik di Timur Tengah maupun perang Rusia-Ukraina yang meskipun tidak melibatkan Indonesia secara langsung, tetap membawa dampak terhadap kondisi dalam negeri.
“Indonesia memang tidak ikut perang, baik di Timur Tengah maupun Rusia dengan Ukraina. Tapi tetap ada dampaknya. Dampaknya secara ekonomi, persediaan energi, tenaga kerja, pendidikan, dan lain-lain. Derajatnya memang berbeda-beda,” katanya.
Ia menekankan bahwa dampak tersebut harus diantisipasi secara kolektif, baik oleh pemerintah, DPR, maupun seluruh elemen masyarakat. Tanpa kesiapan dan pemahaman terhadap perkembangan global, Indonesia berisiko terdampak lebih besar.
“Nah ini harus diantisipasi oleh bangsa Indonesia, oleh pemerintah, oleh DPR, oleh siapa pun di Indonesia agar tidak menjadi pihak yang terhempas atau dirugikan karena tidak mengikuti perkembangan yang ada,” tegasnya.
Melalui sosialisasi Empat Pilar, Rikwanto berharap tumbuh rasa cinta tanah air yang semakin kuat di tengah masyarakat, sehingga mampu menjadi fondasi dalam menghadapi tantangan global yang kian kompleks.

