Banjarbaru, SuratKabarDigital.com — Suasana khidmat menyelimuti Gedung Idham Chalid saat sebanyak 129 aparatur resmi mengikrarkan sumpah/janji sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (14/4/2026).
Momentum ini menandai dimulainya pengabdian penuh para abdi negara setelah melewati serangkaian proses seleksi dan pembinaan sebagai calon pegawai negeri sipil.
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, yang mewakili Gubernur Kalsel Muhidin, menegaskan bahwa sumpah jabatan bukan sekadar formalitas, melainkan ikatan moral yang harus dijaga sepanjang karier.
Dalam sambutan gubernur yang dibacakannya, ditegaskan bahwa setiap kata dalam sumpah mengandung tanggung jawab besar, baik di dunia maupun di akhirat. Karena itu, ASN diminta konsisten menjaga integritas hingga masa purna tugas.
“Menjadi ASN adalah amanah, bukan sekadar profesi. Kesempatan ini adalah anugerah yang harus dijaga dengan kerja nyata, kedisiplinan, serta integritas,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang melekat pada status ASN, mulai dari disiplin kerja, etika, hingga sikap dalam kehidupan sehari-hari sebagai fondasi membangun kepercayaan publik.
Tak hanya itu, ASN baru didorong menjadi generasi birokrasi yang lebih progresif, adaptif, dan inovatif, serta mampu menghadirkan pelayanan publik yang benar-benar dirasakan masyarakat.
“Saudara harus mampu menunjukkan kinerja terbaik, terus belajar, dan menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah juga menyoroti ancaman serius yang kini marak di kalangan aparatur, yakni praktik judi online. Aktivitas tersebut dinilai tidak hanya berdampak secara pribadi, tetapi juga berpotensi merusak profesionalitas dan citra institusi.
Syarifuddin mengingatkan bahwa keterlibatan dalam praktik tersebut dapat berujung pada sanksi disiplin. Ia meminta seluruh ASN menjaga diri dari hal-hal yang dapat merusak integritas.
“Jangan sampai hal seperti ini merusak karier yang sudah dibangun. Fokuslah pada tugas sebagai pelayan masyarakat dan jaga kepercayaan publik,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penilaian Kinerja Aparatur dan Penghargaan BKD Kalsel, Indera Malik, menjelaskan bahwa para peserta merupakan CPNS formasi 2025 yang kini resmi diangkat menjadi PNS pada 2026.
“Ini bukan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar sebagai pelayan publik. Kami berharap mereka mampu bekerja profesional, disiplin, dan terus meningkatkan kapasitas diri,” ujarnya.
Salah satu peserta, M Rizky Saputra, mengaku bersyukur dapat mencapai tahap tersebut setelah melalui proses panjang. Ia menyebut momen ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah besar.
“Alhamdulillah, ini momen yang sangat kami nantikan. Tentu ini menjadi kebanggaan sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Rizky juga sepakat dengan peringatan terkait bahaya judi online. Menurutnya, sebagai ASN, menjaga perilaku dan menjauhi hal-hal yang dapat merusak citra diri maupun institusi merupakan hal mutlak.
“Kami sadar sebagai ASN harus menjadi contoh yang baik. Jadi hal-hal seperti itu memang harus dijauhi agar tidak berdampak pada pekerjaan maupun kehidupan pribadi,” tutupnya.
















