by

SBK Sasirangan: UMKM Banjarbaru Bersinar di Bali

banner 468x60

SBK Sasirangan, UMKM Binaan Dekranasda Kota Banjarbaru Ikut Serta dalam Women Ecopreneurs Market Day di Bali

BALI – Nama Banjarbaru kembali harum di kancah nasional. SBK Sasirangan, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Dekranasda Kota Banjarbaru, sukses bersinar dalam ajang bergengsi Women Ecopreneurs Market Day yang diselenggarakan di Sudamala Resort, Sanur, Bali, pada 9 Mei 2026. Gelaran ini diinisiasi oleh Women’s Earth Alliance (WEA) bersama Pratisara Bumi Foundation (PBF) sebagai puncak inkubasi bisnis dari Women Ecopreneurs Lab.

banner 336x280
1000752818 768x512 1

Pemilik SBK Sasirangan, Reni Andrina Rahmawati, menyampaikan bahwa event ini merupakan langkah ekspansi pasar untuk memperkuat eksistensi produk lokal di kancah internasional. Sebagai delegasi Kalimantan Selatan, SBK Sasirangan membawa misi strategis, yakni pelestarian warisan budaya yang diintegrasikan dengan ekonomi berkelanjutan (sustainability).

Dalam proses produksinya, SBK Sasirangan menerapkan diversifikasi produk tekstil tradisional sasirangan dengan memanfaatkan pewarna alami. Langkah nyata ini dilakukan untuk memitigasi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan nilai jual produk di segmen pasar premium.

“Melalui ajang ini, kami tidak hanya mengadakan lokakarya dan penjualan saja, tetapi juga melakukan riset pasar untuk memetakan potensi ekspor. Kami memanfaatkan toolkit dari WEA Indonesia guna menyusun strategi penetrasi pasar global,” ujar Reni, Kamis (14/5/2026).

Reni menambahkan, selain keunggulan estetika, SBK Sasirangan juga menerapkan integrasi dari hulu ke hilir dengan menanam kembali tanaman bakau dan Indigofera. Langkah tersebut bertujuan untuk menjamin ketersediaan bahan baku berkelanjutan secara mandiri dan lestari.

Secara makro, bisnis ini memberikan dampak ekonomi yang luas (multiplier effect) melalui pemberdayaan perempuan di Banjarbaru. Inisiatif ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-12 mengenai Pola Produksi dan Konsumsi yang Bertanggung Jawab.

Perwakilan WEA di Indonesia, Melisa, menekankan pentingnya aksesibilitas bagi pelaku usaha akar rumput. Menurutnya, Market Day menjadi sarana validasi pasar bagi mereka. Di ajang ini, para pengusaha mendapatkan umpan balik langsung dari konsumen serta membuka akses ke rantai pasok (supply chain) dan jejaring investor yang selama ini sulit dijangkau.

Acara ini menghadirkan 20 gerai eco-market yang menampilkan inovasi UMKM perempuan dan merek lokal Bali. Selain itu, terdapat sesi business pitching, lokakarya teknik jelujur pewarna alam hasil kolaborasi SBK Sasirangan dengan Kriya Kite (Palembang), serta sesi networking yang produktif.

banner 336x280