Kalimantan Selatan, SuratKabarDigital.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperingati 163 tahun wafatnya Pahlawan Nasional Pangeran Antasari dengan menggelar apel dan ziarah di Makam Pahlawan Nasional Pangeran Antasari. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin.
Apel kehormatan berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, dihadiri jajaran Pemprov Kalsel, unsur Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, pelajar, hingga keluarga besar Pangeran Antasari. Momen ini menjadi bentuk penghormatan atas jasa besar Sang Pahlawan Banua dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa.
Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menegaskan bahwa peringatan wafat Pangeran Antasari bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan sarana untuk menanamkan kembali semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap daerah.
“Pangeran Antasari adalah simbol perjuangan rakyat Kalimantan Selatan. Nilai-nilai kepahlawanan beliau harus terus kita teladani,” ujar Muhidin.
Ia menekankan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjaga warisan nilai perjuangan sang pahlawan. Menurutnya, semangat pantang menyerah dan keberanian menghadapi penjajah harus menjadi inspirasi dalam membangun Banua yang lebih maju dan sejahtera.
Usai apel, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga, tabur bunga, dan doa bersama di kompleks makam Pangeran Antasari. Gubernur bersama jajaran turut mendoakan para pejuang bangsa sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur.
Pada kesempatan tersebut, Pemprov Kalsel juga memberikan bantuan kepada keluarga Pangeran Antasari. Bantuan diserahkan langsung oleh Gubernur Muhidin sebagai wujud nyata perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap ahli waris pahlawan.
“Penghormatan kepada Pangeran Antasari tidak hanya melalui upacara, tapi juga dengan memperhatikan keluarga beliau. Ini bentuk terima kasih atas pengorbanan beliau untuk bangsa,” tegasnya.
Peringatan wafat tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat rasa persatuan masyarakat Kalimantan Selatan sekaligus menjaga semangat kepahlawanan agar tetap hidup sebagai fondasi membangun daerah dan bangsa di masa depan.











































