by

MINIMALKAN RISIKO KANKER PAYUDARA, DIREKTUR RSDI BANJARBARU AJAK PEREMPUAN RUTIN LAKUKAN SADARI

banner 468x60

​Banjarbaru, SuratKabarDigital.com– Kanker payudara masih menjadi salah satu ancaman kesehatan serius bagi perempuan di Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Direktur Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru, dr. Danny Indrawardhana, menekankan pentingnya deteksi dini melalui metode SADARI (Periksa Payudara Sendiri).

banner 336x280

​Menurut dr. Danny, kunci utama keberhasilan penanganan kanker payudara adalah kecepatan penemuan gejala awal.

“Deteksi dini adalah kunci. Semakin cepat ditemukan, semakin besar pula peluang penanganan yang optimal. Kami sangat menyarankan setiap wanita untuk rutin melakukan SADARI setiap bulan,” ujarnya.

​Ia menjelaskan bahwa waktu terbaik untuk melakukan SADARI adalah 7 hingga 10 hari setelah masa menstruasi berakhir. Berikut adalah langkah-langkah praktis yang dipaparkan dr. Danny:

​Cek Visual: Berdiri di depan cermin dengan tangan terangkat, periksa apakah ada kemerahan atau bengkak.
​Posisi Pinggang: Letakkan tangan di pinggang dan periksa kembali bentuk payudara.
​Perabaan Vertikal: Tekan payudara dari atas ke bawah untuk merasakan adanya benjolan.
​Gerakan Melingkar: Lakukan penekanan secara melingkar di seluruh area payudara.
​Cek Cairan: Tekan ke arah puting untuk melihat apakah ada cairan tidak normal yang keluar.
​Posisi Berbaring: Ulangi langkah penekanan melingkar saat posisi tubuh berbaring.

​Selain SADARI, dr. Danny juga mengingatkan pentingnya SADANIS (Periksa Payudara secara Klinis) yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih.

“Untuk perempuan di atas 40 tahun, minimal lakukan SADANIS setahun sekali. Sedangkan usia 20-40 tahun, minimal tiga tahun sekali,” tambahnya.

banner 336x280