Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com – Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Banjar menegaskan dukungannya terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat. Mereka bahkan menyatakan siap berada di barisan terdepan untuk melawan pihak-pihak yang dinilai berupaya menghentikan program tersebut.
Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Banjar, H Irwan Bora, menilai Program MBG masih sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya di Kabupaten Banjar yang memiliki wilayah luas dan masih terdapat daerah yang memerlukan perhatian terhadap pemenuhan gizi masyarakat.
“Kami dari Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Banjar sangat menolak dan melawan orang-orang yang ingin menghentikan keberlangsungan Program MBG ini. Kabupaten Banjar sebagai salah satu kabupaten terluas di Kalimantan Selatan masih sangat membutuhkan program ini,” ujar Wakil Ketua DPRD Banjar tersebut.
Menurutnya, manfaat MBG tidak hanya dirasakan oleh para penerima makanan bergizi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Program tersebut turut menggerakkan sektor pertanian, perikanan, perkebunan hingga membuka lapangan pekerjaan melalui operasional dapur-dapur MBG.
Ia menyebut, keberadaan ratusan dapur MBG di Kalimantan Selatan telah menyerap banyak tenaga kerja dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
“Manfaatnya bukan hanya bagi anak-anak yang menerima makanan. Dari sektor pertanian, perikanan hingga perkebunan semuanya ikut bergerak. Belum lagi tenaga kerja yang terserap di dapur-dapur MBG,” katanya.
Irwan mengungkapkan, berdasarkan fakta yang ditemui di lapangan, program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.
Di sejumlah wilayah Kabupaten Banjar, terutama daerah yang relatif jauh dari pusat kota, makanan yang dibagikan melalui program MBG selalu habis dan mendapat antusiasme tinggi dari para penerima manfaat.
“Kalau kita lihat di beberapa daerah seperti Karang Intan dan wilayah pedalaman Kabupaten Banjar, makanan yang dibagikan selalu habis. Ini menunjukkan masyarakat memang masih sangat membutuhkan program ini,” ungkapnya.
Selain membantu pemenuhan gizi anak-anak sekolah, program tersebut juga dinilai mampu meringankan beban ekonomi keluarga. Orang tua yang biasanya memberikan uang saku untuk membeli makanan kini dapat mengalokasikan dana tersebut untuk kebutuhan lain atau ditabung.
Di tengah munculnya sejumlah narasi penolakan terhadap Program MBG di media sosial maupun ruang publik, Irwan meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya.
Ia menilai upaya-upaya yang mengarah pada penghentian program tersebut berpotensi merugikan masyarakat yang selama ini merasakan manfaat langsung dari MBG.
“Kami berharap masyarakat jangan mudah terprovokasi. Program ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan dampaknya nyata. Karena itu, mari kita bersama-sama mendukung program yang bertujuan meningkatkan gizi dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.













