KRIMINALITAS DAN LAKA LANTAS TURUN, NARKOBA JADI PR POLRES BANJAR

KRIMINALITAS DAN LAKA LANTAS TURUN, NARKOBA JADI PR POLRES BANJAR


Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com – Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Banjar sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren yang semakin stabil.

Data kepolisian mencatat penurunan signifikan pada angka kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas, meski di sisi lain ancaman peredaran narkoba masih menjadi pekerjaan rumah serius aparat penegak hukum.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Banjar AKBP dr Fadli, Rabu (31/12/2025) saat konferensi pers. Dia menjelaskan, sepanjang 2025, jumlah tindak pidana di wilayah hukum Polres Banjar tercatat sebanyak 673 kasus.

“Angka tersebut turun 12,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 767 kasus. Penurunan ini turut diiringi peningkatan efektivitas penanganan perkara, dengan total 1.033 kasus berhasil diselesaikan, termasuk tunggakan perkara dalam lima tahun terakhir,” ujarnya.

Turunnya angka kriminalitas juga tercermin dari risiko kejahatan per 100.000 penduduk yang menurun dari 131 menjadi 115 orang. Bahkan, jarak waktu terjadinya tindak pidana semakin panjang, dari satu kejadian setiap 11 jam lebih pada 2024 menjadi satu kejadian setiap 13 jam pada 2025.

“Penurunan cukup tajam terjadi pada kejahatan konvensional yang berkurang 116 kasus atau turun 18,5 persen. Sedangkan, pencurian dengan pemberatan (curat) masih mendominasi dengan 115 kasus, menandakan kejahatan properti tetap perlu menjadi perhatian bersama,” ucapnya.

Di tengah tren positif tersebut, peningkatan kasus narkoba justru menjadi sorotan. Sepanjang 2025, Polres Banjar mengungkap 156 kasus narkotika, naik 16,42 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Sebanyak 187 tersangka diamankan dengan barang bukti sabu lebih dari 20 kilogram, ratusan butir ekstasi, psikotropika, carnophen, hingga obat-obatan terlarang lainnya,” katanya.

Sementara itu, di sektor lalu lintas, capaian positif terlihat cukup mencolok. Jumlah kecelakaan lalu lintas turun drastis hingga 42,42 persen, dari 99 kasus pada 2024 menjadi 57 kasus di 2025.

“Korban meninggal dunia akibat kecelakaan juga menurun tajam, dari 52 orang menjadi 20 orang. Penurunan ini turut berdampak pada kerugian materiil yang menyusut lebih dari separuh,” ujar Kapolres.

Selain itu, berkurangnya jumlah tilang dan teguran lalu lintas mengindikasikan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, sekaligus menunjukkan efektivitas pendekatan preventif yang dilakukan aparat kepolisian.

Kapolres juga menyampaikan beberapa kasus menonjol, termasuk pembunuhan di Kecamatan Paramasan yang berhasil diungkap dalam waktu kurang dari 24 jam, serta pengungkapan narkoba skala besar dengan barang bukti lebih dari 19 kilogram sabu di Kecamatan Gambut.

“Upaya menjaga keamanan tak hanya bergantung pada penegakan hukum, tetapi juga peran aktif warga dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib,” tutupnya.

Admin SKD04