ISI WAKTU LIBUR KULIAH, MAHASISWI BANJARBARU INI PILIH JUALAN ROTI KELILING
Banjarbaru, SuratKabarDigital.com – Di tengah tren anak muda yang memanfaatkan akhir pekan untuk beristirahat atau bersantai, seorang mahasiswi asal Banjarbaru justru memilih jalan sebaliknya.
Di usianya yang masih 20 tahun, Devina Steffi Cristiantoandi telah membuktikan bahwa kemandirian bukan sekadar wacana, melainkan pilihan hidup.
Mahasiswi semester enam STIE Pancasetia Trikora Banjarbaru ini mengisi hari liburnya dengan berjualan roti keliling. Bukan di satu tempat, melainkan berpindah-pindah dari pasar ke pasar, bahkan lintas daerah. Pasar Martapura menjadi salah satu titik rutin yang ia susuri setiap akhir pekan.
Sambil membawa roti buatannya sendiri yang dijual seharga Rp12 ribu per buah, Devina berjalan kaki menyusuri lorong-lorong pasar, menawarkan dagangannya kepada pembeli dan pedagang. Aktivitas itu kontras dengan kesehariannya sebagai mahasiswa yang mengikuti perkuliahan dari Senin hingga Kamis.
Keputusan Devina berjualan bukan tanpa alasan. Dari hasil jerih payahnya itu, ia membiayai kebutuhan kuliah secara mandiri. Ia mengaku lebih memilih memanfaatkan waktu luang untuk produktif dibanding hanya berdiam diri di rumah.
“Kalau ada waktu kosong, saya manfaatkan buat jualan. Bisa bantu biaya kuliah dan kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Untuk menjangkau titik-titik ramai, Devina tak jarang harus menumpang bentor sebelum melanjutkan dengan berjalan kaki.
Hasilnya pun tak main-main. Dalam satu hari, Devina mampu menjual hingga 100 roti. Bahkan, demi memperluas pasar, ia pernah menjajakan rotinya ke luar daerah seperti Tanjung di Kabupaten Tabalong hingga Pelaihari.
Meski harus membagi tenaga dan waktu antara kuliah dan berdagang, Devina tak menganggap lelah sebagai hambatan. Baginya, setiap langkah yang ia tempuh hari ini adalah investasi untuk masa depan.
“Capek itu pasti, tapi saya yakin semua ini ada hasilnya,” ucapnya singkat.
(Randi, red)
