Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Banjar kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pada ajang SAKIP dan ZI Awards 2025 yang digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) RI, Rabu (11/2/2026), Disdukcapil Banjar resmi meraih predikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Banjar juga berhasil meningkatkan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dengan predikat naik menjadi BB.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri PANRB Rini Widyantini kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H. Yudi Andrea, disaksikan Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al-Habsyi.
Sekda Banjar Yudi Andrea menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, peningkatan predikat SAKIP menjadi BB merupakan hasil kerja keras seluruh perangkat daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan berorientasi pada hasil.
“Capaian ini merupakan hasil kerja keras, komitmen, serta sinergi seluruh perangkat daerah dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel, efektif, dan berorientasi pada hasil,” ujarnya.
Ia menegaskan, peningkatan SAKIP menunjukkan bahwa perbaikan dalam perencanaan, penganggaran, pengukuran kinerja, hingga evaluasi telah berjalan pada jalur yang tepat.
Namun, menurutnya, capaian ini bukanlah akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Yudi juga memberikan apresiasi khusus kepada Disdukcapil Banjar atas raihan predikat WBK.
“Penghargaan ini menunjukkan komitmen kuat dalam membangun budaya kerja yang bersih, transparan, dan melayani,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdukcapil Banjar, Haytun Nufus, mengaku bersyukur dan bangga atas penghargaan yang diraih. Ia menyebut, ini merupakan tahun ketiga pihaknya mengikuti evaluasi pembangunan zona integritas.
“Alhamdulillah di Tahun 2025 Disdukcapil Banjar mendapatkan predikat Zona Integritas WBK. Predikat ini bukan sekadar kebanggaan, tetapi amanah yang harus dijaga,” ucapnya.
Menurut Nufus, predikat WBK menjadi komitmen untuk terus menjaga integritas dalam pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk). Meski mengakui pelayanan belum sepenuhnya sempurna, pihaknya bertekad terus melakukan perbaikan.
“Ke depan, predikat ini menjadi cambuk untuk meningkatkan kinerja, sehingga tujuan berikutnya kita menuju predikat WBBM,” tutupnya.











































