PTM DIHENTIKAN SEMENTARA DI BATOLA

PTM DIHENTIKAN SEMENTARA DI BATOLA

Pembelajaran tatap muka sempat dilaksanakan di Batola selama seminggu awal Januari 2021, kemudian dihentikan sementara waktu.


Barito Kuala, SuratKabarDigital.com – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Batola) tak melanjutkan sistem pembelajaran tatap muka atau PTM sementara waktu. Kebijakan tersebut diambil menyikapi perkembangan penyebaran Covid-19 di Batola. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Batola, H Sumarji, Minggu (10/1/2021) menjelaskan alasan penghentian PTM sementara tersebut.

Menurutnya, sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, PTM dapat diselenggarakan pada 11 Januari 2021. Penyelenggaraan PTM di Batola juga diperkuat dengan diterbitkannya Surat Edaran Bupati Nomor 800/1386/Set-Disdik.

“Di Batola PTM sempat diselenggarakan selama se-pekan. Namun, sejak 11 Januari 2021, situasi penyebaran Covid-19 menjadi pertimbangan utama,” Ujar Kadisdik.

Penghentian sementara PTM di Batola dijelaskan Kadisdik mengacu pada Surat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Gubernur Kalimantan Selatan.

“Sudah mendapat persetujuan Wakil Bupati Batola serta kesepakatan bersama Kadisdik kabupaten kota Kalsel. Kemudian akan menggunakan kembali sistem daring. PTM akan diselenggarakan setelah ada atau diterbitkan kembali pemberitahuan selanjutnya,” ucap Kadisdik.

Penghentian PTM di Batola mendapat tanggapan dari orang tua siswa Sekolah Dasar di Marabahan. “Kami juga mendengarkan keinginan anak yang sudah mulai bosan belajar dari rumah. Namun, di sisi lain juga memikirkan pertimbangan penyebaran Covid-19. Kami harap sekolah-sekolah sudah menyiapkan dan menerapkan dengan benar-benar protokol kesehatan,” ujar Aina.

Keputusan penghentian PTM, juga direspon Kepala SMPN 8 Tamban, Wawan Setiawan. Menurutnya, pola kerja tenaga pendidik tak banyak berubah.

“Kami gunakan sistem berbeda setiap kelas. Untuk kelas 8 diberlakukan sistem Guru Kunjung dan Online. Kelas 7 menggunakan sistem Julung Kertas atau Juker Lembar Kerja Harian (KLH). Alhamdulillah, tak ada kendala berarti,” ujar Wawan.

Kemudian, ditambahkan Wawan, agar tak membebani siswa, dalam seminggu hanya diberikan dua mata pelajaran berbeda. “Senin dan Selasa guru memberikan pelajaran teori, dan penugasan baru setiap Rabu. Hari Kamis, guru berkunjung ke rumah siswa terutama yang belum mengerti materi pelajaran.

Reporter: Hym
Editor: Rudy Azhary

Berita utama Wajah Kota