Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com – Ironi terjadi di Kabupaten Banjar. Di tengah semangat pembinaan atlet dan geliat dunia olahraga daerah, kondisi Stadion Mini Barakat Martapura justru kian memprihatinkan. Stadion yang seharusnya menjadi pusat kegiatan olahraga kini lebih mirip bangunan tak bertuan.
Pantauan langsung di lokasi menunjukkan tribun stadion dalam kondisi kumuh, dipenuhi rumput liar, dan atapnya sebagian telah bolong. Tak hanya itu, pagar pengaman yang mengelilingi lapangan terlihat jebol di beberapa sisi, memperparah kesan tak terurus. Bahkan, area loket tiket dipenuhi dengan coret-coretan liar yang menambah kesan kumuh.
Kasi Humas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Banjar, Adi Permana, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi fasilitas olahraga milik pemerintah tersebut.
“Kondisi lapangan sudah tidak layak digunakan. Selain kumuh, kontur lapangannya bergelombang dan berbahaya bagi pemain. Bisa-bisa cedera kalau dipaksakan untuk latihan di sana,” ujarnya, Selasa (24/6/2025).
Menurut Adi, seharusnya stadion tersebut menjadi tempat yang aman dan representatif untuk latihan dan pertandingan, bukan malah menjadi ancaman bagi keselamatan atlet.
“Ini sangat kita sayangkan, terlebih lagi stadion ini aset pemerintah. Kita berharap Pemkab Banjar segera mengambil tindakan untuk melakukan perbaikan,” tambahnya.
Sejauh ini, belum ada respons dari pihak berwenang. Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar, Irwan Jaya, belum berhasil dikonfirmasi karena tidak berada di kantornya saat hendak ditemui, Selasa siang.
Kondisi Stadion Mini Barakat menjadi bukti bahwa perhatian terhadap fasilitas olahraga daerah masih minim. Padahal, stadion merupakan salah satu penunjang utama dalam pembinaan atlet lokal. Tanpa dukungan sarana yang memadai, sulit rasanya bicara prestasi di tingkat lebih tinggi.