Press "Enter" to skip to content

DUGAAN PENGGELEMBUNGAN SUARA DI KABUPATEN BANJAR, DENNY INDRAYANA LAPOR BAWASLU


Kabupaten Banjar, SuratKabarDigital.com – Denny Indrayana laporkan dugaan adanya penggelembungan suara di Kabupaten Banjar ke Bawaslu Kabupaten Banjar, Jumat (1/3/2024). Denny bersama tim hukumnya menduga adanya penggelembungan suara tersebut di lima kecamatan di Kabupaten Banjar.

Kedatangan Denny bersama tim hukumnya itu, untuk mewakili pelapor dari Caleg DPR RI Dapil I Kalsel dari Demokrat, Rizky Niraz Anggraini.

“Kami menerima mandat dari pelapor Hairul Patarujali yang merupakan pemilih DPR RI Dapil Kalsel I sekaligus tim internal dari Rizki Niraz Anggraini, dari Caleg Partai Demokrat. Hari ini, kami mendampingi pelapor untuk mengajukan laporan di Bawaslu Banjar,” ujar Deny Indrayana.

Menurut  Denny, perkara penggelembungan suara dapat dikategorikan sebagai pelanggaran administrasi maupun tindak pidana Pemilu.

“Tentunya yang kami perjuangkan, bukan hanya suara Demokrat, tapi juga suara pemilih (masyarakat),” katanya.

Sementara itu, Muhamad Raziv Barokah, selaku Senior Associate Integrity Law Firm mengatakan, Pemilu bukan sekadar berbicara menang dan kalah dengan segala kecurangannya, namun Pemilu merupakan momentum untuk menempatkan wakil rakyat yang tepat dengan cara-cara yang amanah.

“Dengan ini, tentunya kami mendorong agar Bawaslu Kabupaten Banjar mampu menegakkan konstitusionalitas Pemilu dengan menangani laporan-laporan yang kami ajukan dengan profesional, independen, serta imparsial,” ucapnya.

Perkembangan terakhir, lanjut Raziv, diduga terjadi di lima kecamatan yakni di Kecamatan Astambul, Gambut, Kertak Hanyar, Aluh-Aluh, dan Sungai Pinang.

“Dengan keadaan ini, kami meminta agar seluruh penyelenggara Pemilu melakukan ikhtiar bersama menjaga prinsip jujur dan adil sehingga dapat mencegah kecurangan yang semakin meluas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Banjar, M Hafizh Ridha, menyampaikan bahwa dirinya akan menginstruksikan kepada Panwascam yang dimaksud untuk mengecek kembali apakah ada ketidaksesuaian saat penghitungan suara.

“Kami sudah instruksikan kepada jajaran Panwascam untuk cek dan meneliti kembali apakah mungkin ada yang terlewat atau hal lainnya, karena beberapa hasil kan memang ada perbedaan tapi sudah diselesaikan di Kecamatan,” tutupnya.
(Randi, red)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *