CURHAT LEWAT DM INSTAGRAM, WALI KOTA BANJARBARU GERAK CEPAT BANTU ABIZAR YANG JADI KORBAN PERUNDUNGAN

CURHAT LEWAT DM INSTAGRAM, WALI KOTA BANJARBARU GERAK CEPAT BANTU ABIZAR YANG JADI KORBAN PERUNDUNGAN


Banjarbaru, SuratKabarDigital.com – Kepedulian Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby, kembali menyentuh hati publik. Kali ini, perhatian orang nomor satu di Kota Idaman itu tertuju pada kisah Abizar (12), siswa kelas VI sekolah dasar di Banjarbaru, yang menjadi korban perundungan dan menyampaikan keluhannya melalui pesan langsung (DM) Instagram.

Dalam pesan tersebut, kakak Abizar mengungkapkan kondisi adiknya yang mengalami tekanan psikologis setelah seragam sekolahnya dicoret-coret oleh teman sekelas.

Peristiwa itu membuat Abizar merasa malu dan kehilangan kepercayaan diri untuk kembali bersekolah. Situasi tersebut kian memprihatinkan mengingat Abizar merupakan anak yatim piatu yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Abizar adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, para kakaknya bekerja serabutan.

Salah satunya berprofesi sebagai petugas kebersihan, sementara yang lain bekerja sebagai penjaga stan kebab. Dengan penghasilan yang terbatas, kebutuhan pendidikan Abizar, termasuk seragam dan perlengkapan sekolah, menjadi beban tersendiri bagi keluarga.

Merespons aduan tersebut, Wali Kota Hj Erna Lisa Halaby langsung bergerak cepat. Ia mengundang Abizar bersama keluarganya ke Rumah Dinas Wali Kota. Momen tersebut bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, yang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kepedulian sosial.

Dalam kesempatan itu, Lisa Halaby berinteraksi langsung dengan Abizar, memberikan dukungan moril, perhatian, serta santunan kepada anak-anak yatim piatu yang hadir.

Secara khusus, Wali Kota juga memberikan bantuan dana untuk pembelian seragam baru dan perlengkapan sekolah, agar Abizar dapat kembali bersekolah dengan nyaman dan layak.

Diketahui sebelumnya, Abizar telah menerima bantuan seragam dari Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru. Namun, seiring pertumbuhan tubuhnya, seragam tersebut kini sudah tidak lagi mencukupi ukuran badannya.

Hj Erna Lisa Halaby menyayangkan terjadinya peristiwa perundungan tersebut, terlebih menimpa anak yang berada dalam kondisi rentan. Ia menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang aman dan ramah bagi anak-anak.

“Anak-anak kita harus mendapatkan perlindungan dan rasa aman di sekolah. Tidak boleh ada perundungan, apalagi terhadap anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian lebih,” tegasnya.

Ia juga mengimbau kepada pihak sekolah, guru, dan para orang tua agar meningkatkan pengawasan serta menanamkan nilai empati, kepedulian, dan saling menghargai kepada anak-anak sejak dini.

Admin SKD04