Home Blog

RAMADAN PENUH HARU, WALI KOTA BANJARBARU PELUK DAN SEMANGATI 75 ANAK YATIM

0

Banjarbaru, SuratKabarDigital.com – Suasana Aula Gawi Sabarataan, Pemerintah Kota Banjarbaru, Rabu (25/2/2026), berubah menjadi ruang penuh kehangatan. Tawa dan senyum 75 anak yatim dari Panti Pelindung dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja (PPRSAR) Mulia Satria mengiringi langkah Erna Lisa Halaby yang hadir bersama Wakil Wali Kota Wartono dalam kegiatan silaturahmi dan penyerahan tali asih.

Didampingi Ketua TP PKK Banjarbaru H. Riandy Hidayat serta jajaran Forkopimda, kehadiran pimpinan daerah itu tak sekadar seremonial. Lisa tampak membaur, menyapa satu per satu anak-anak, memastikan mereka merasakan perhatian dan kasih sayang di bulan suci Ramadan.

“Kami ingin anak-anakku semua tetap merasakan kasih sayang, perhatian, dan kebahagiaan, terlebih di bulan Ramadan ini,” ujar Lisa.

Momentum tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah hadir bukan hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam merawat empati dan kepedulian sosial. Bagi Lisa, anak-anak yatim bukan sekadar penerima bantuan, melainkan generasi penerus yang harus dijaga harapan dan mimpinya.

Ia pun menyelipkan pesan inspiratif agar anak-anak tidak pernah takut bermimpi besar. Menurutnya, setiap pemimpin dan sosok sukses berawal dari cita-cita yang diperjuangkan sejak usia dini.

“Insya Allah kalian akan tumbuh menjadi anak-anak hebat, calon pemimpin masa depan, pribadi unggul yang membawa Banjarbaru semakin maju. Jadilah generasi penerus bangsa dan generasi Qurani,” pesannya.

Selain memotivasi, Lisa juga mengingatkan pentingnya rajin belajar, memperkuat ibadah, menjaga akhlak, menghormati guru, serta saling menyayangi dan tolong-menolong. Nilai kebersamaan dan adab, katanya, adalah fondasi menuju masa depan yang cerah.

DARI BLOK HUNIAN, LAPAS BANJARMASIN CETAK KADER KETAHANAN PANGAN

0

Banjarmasin, SuratKabarDigital.com – Aula Lapas Kelas IIA Banjarmasin menjadi titik awal penguatan kemandirian melalui pembentukan Kader Ketahanan Pangan di setiap blok hunian, Rabu (25/2/2026). Masing-masing blok mengirimkan 5 warga binaan sebagai calon kader yang akan menjadi motor penggerak di lingkungannya.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasi Giatja, Bagus Paras Etika, didampingi Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja, Obi Noverianda, serta Plh. Kasubsi Sarana Kerja, Muhammad Isnandar, bersama jajaran Seksi Giatja.

Dalam arahannya, Bagus Paras Etika menegaskan bahwa program ini bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan pembinaan karakter dan tanggung jawab.

“Ketahanan pangan dimulai dari blok. Di tiap blok akan diberikan tempat sampah khusus sebagai bank sampah. Kita manfaatkan limbah botol plastik dan mulai dari hal kecil, yakni mengumpulkan atau membuang sampah pada tempatnya sesuai dengan jenisnya,” tegasnya.

Sebagai penguat motivasi dan wawasan, para calon kader juga menyaksikan tayangan video inspiratif tentang individu-individu yang berhasil membangun ketahanan pangan secara mandiri. Tayangan tersebut diharapkan membuka perspektif bahwa konsistensi dan kerja keras mampu mengubah keadaan.

Selain itu, materi tambahan juga disampaikan oleh Valentino selaku Peserta Magang Nasional mengenai pengelolaan sampah sebagai bagian penting dari ekosistem ketahanan pangan. Dalam paparannya, ia menjelaskan pentingnya pemilahan sampah sejak awal, yakni ketika warga binaan membuang sampah ke tempat yang telah dikategorikan sesuai jenisnya.

Hari ini, Seksi Giatja langsung mendistribusikan tempat sampah ke setiap blok hunian yang telah dikategorikan, yakni organik, anorganik, dan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Sampah organik nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos untuk mendukung budidaya tanaman, sampah anorganik dipisahkan guna memudahkan pengelolaan dan pemanfaatan kembali, sedangkan limbah B3 dikelola secara terpisah sesuai prosedur guna menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan blok hunian.

Salah satu warga binaan berinisial NM mengaku termotivasi mengikuti program ini. “Kami jadi lebih paham bahwa ketahanan pangan bukan cuma soal tanam-menanam, tapi juga disiplin menjaga lingkungan. Kalau dimulai dari blok, kami yakin bisa berjalan konsisten,” ungkapnya.

Kalapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, turut memberikan dukungan terhadap program tersebut. “Pembinaan kemandirian harus menyentuh aspek nyata kehidupan. Ketahanan pangan dan pengelolaan lingkungan adalah bekal penting bagi warga binaan agar memiliki pola pikir produktif dan bertanggung jawab ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Program ini dirancang berkelanjutan, dengan para kader bertugas mengoordinasikan kegiatan budidaya serta pengelolaan lingkungan di blok masing-masing. Dari aula lahir komitmen, dari blok hunian tumbuh kebiasaan baru. Ketahanan pangan bukan sekadar panen hasil, tetapi juga panen kesadaran dan tanggung jawab bersama.

POLDA KALSEL GAGALKAN PEREDARAN 29,9 KG SABU, SINDIKAT FREDY PRATAMA TERENDUS

0

Banjarbaru, SuratKabarDigital.com – Pengungkapan 29,9 kilogram sabu dan lebih dari 15 ribu butir ekstasi di Kalimantan Selatan tak sekadar menggagalkan peredaran narkoba bernilai puluhan miliar rupiah. Kasus ini membuka dugaan kuat adanya jaringan internasional yang mengincar pasar Kalsel, terutama menjelang Ramadan.

Dalam konferensi pers di Mapolda, Selasa (24/2/2026), Kapolda Polda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan menegaskan bahwa tersangka berinisial IW bukanlah pemain tunggal.

“IW ini bagian dari jaringan. Ada indikasi kuat terafiliasi dengan jaringan internasional,” tegas Kapolda.

Polisi menduga jaringan ini memiliki kaitan dengan buronan narkotika kelas kakap, Fredy Pratama, yang selama ini disebut-sebut mengendalikan peredaran narkoba lintas negara dari luar negeri.

Peran IW berada di level distribusi. Ia diduga bertugas membawa sekaligus menyalurkan sabu dan ekstasi ke sejumlah titik di Kalimantan Selatan. Skema peredarannya terorganisir rapi: mulai dari pemasok, penghubung, kurir, hingga distributor wilayah.

Dari hasil penyelidikan, barang haram tersebut masuk ke Kalsel melalui jalur darat. Pengiriman diduga berasal dari luar provinsi, kemudian dipusatkan di Banjarmasin sebelum diedarkan.

Sebagian besar ekstasi disinyalir menyasar tempat hiburan malam di Banjarmasin dan Banjarbaru. Sementara sabu ditujukan untuk pasar yang lebih luas, termasuk jaringan pengedar tingkat menengah.

IW disebut menerima bayaran sekitar Rp15 juta untuk setiap kilogram sabu yang berhasil diedarkan. Dengan total hampir 30 kilogram, nilai ekonomis barang bukti yang disita diperkirakan mencapai Rp69 miliar..

Aparat menduga distribusi ini dirancang untuk memanfaatkan tingginya perputaran uang selama Ramadan. Momen tersebut kerap dimanfaatkan jaringan narkotika untuk meningkatkan suplai karena daya beli masyarakat yang meningkat.

“Kasus ini masih kami kembangkan. Kami telusuri alur komunikasi, aliran dana, dan pihak lain yang terlibat, termasuk kemungkinan lintas provinsi dan lintas negara,” ujar Kapolda.

PLN ICON PLUS BORONG DUA PENGHARGAAN DI ASIAN TELECOM AWARDS 2026 SINGAPURA

0

SuratKabarDigital.com – PLN Icon Plus meraih dua penghargaan di tingkat Internasional dalam ajang Asian Telecom Awards 2026 yang diselenggarakan di Singapura. PLN Icon Plus memenangkan kategori ESG Initiative of the Year – Indonesia melalui Program Inisiatif Virtual Power Plant, serta kategori HR Initiative of the Year – Indonesia melalui program Organization & Corporate Culture Transformation.

Penghargaan tersebut diterima oleh Direktur Perencanaan dan Pengembangan PLN Icon Plus, Aditya Syarief Darmasetiawan, didampingi Vice President Transformasi dan Delivery Unit, Fajri Aryuanda, yang mewakili manajemen dalam seremoni penganugerahan.

Penghargaan ini memperkuat posisi strategis perusahaan dalam pengembangan sustainability, transisi energi, dan ekosistem digital, sekaligus menegaskan komitmen berkelanjutan PLN Icon Plus dalam penerapan prinsip ESG di seluruh lini bisnis.

Direktur Utama PLN Icon Plus, Chipta Perdana, menyampaikan bahwa capaian ini menunjukkan arah transformasi perusahaan berjalan sejalan dengan strategi jangka panjang.

“Penghargaan ini menjadi pendorong bagi PLN Icon Plus untuk terus mengintegrasikan prinsip ESG secara konsisten dalam tata kelola dan aktivitas bisnis perusahaan. Melalui penguatan budaya berkelanjutan, inovasi digital, dan pengembangan energi hijau, perusahaan berkomitmen menghadirkan nilai tambah yang terukur bagi keberlanjutan usaha serta pengembangan ekosistem energi dan digital” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan PLN Icon Plus, Aditya Syarief Darmasetiawan, menegaskan bahwa penghargaan tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjalankan agenda keberlanjutan.

“Keberlanjutan bagi kami bukan sekadar komitmen, melainkan diwujudkan melalui inovasi yang terukur, kolaborasi strategis, dan peran sumber daya manusia sebagai penggerak utama transformasi ESG” ujar Aditya.

Capaian ini menjadi komitmen PLN Icon Plus untuk membangun bisnis secara bertanggung jawab dengan menghadirkan solusi energi hijau dan digital yang berkelanjutan demi masa depan bagi generasi mendatang.

INSENTIF GURU MENGAJI DI BANJARBARU NAIK 100 PERSEN, BUKTI KOMITMEN PENGUATAN SDM BERBASIS KEAGAMAAN

0

Banjarbaru, SuratKabarDigital.com – Kabar menggembirakan datang bagi para guru Pendidikan Al-Qur’an di Kota Banjarbaru. Pada tahun 2026, jumlah penerima insentif meningkat hingga 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai keagamaan.

Direktur Utama BKPAKSI Banjarbaru, Imam Sadikin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota Banjarbaru atas perhatian yang diberikan kepada para guru mengaji.

Ia menjelaskan, sebelumnya jumlah guru yang menerima insentif sebanyak 132 orang. Pada tahun 2026, jumlah tersebut melonjak menjadi lebih dari 250 orang.

“Alhamdulillah, di bawah kepemimpinan Ibu Wali Kota, baru satu tahun berjalan sudah ada kenaikan hingga 100 persen. Ini tentu sangat berarti bagi guru-guru kami yang sudah bertahun-tahun mengabdi dalam mendidik generasi Qur’ani,” ujarnya.

Menurut Imam, peningkatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap para pengajar Al-Qur’an yang selama ini berperan penting dalam pembinaan akhlak dan karakter masyarakat.

Ia pun mendoakan agar kepemimpinan Wali Kota senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan amanah.

“Mudah-mudahan beliau selalu diberikan kesehatan lahir dan batin, serta mampu membawa Banjarbaru semakin maju menuju Banjarbaru Emas,” tutupnya.

Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menegaskan bahwa peningkatan jumlah penerima insentif merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan karakter generasi muda.

“Guru-guru agama memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda di Banjarbaru. Sudah sepatutnya mereka mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah,” ujarnya.

Ia berharap kenaikan insentif tersebut dapat menjadi penyemangat bagi para guru untuk terus mengabdi dengan penuh keikhlasan.

“Mudah-mudahan ke depannya Pemkot Banjarbaru bisa meningkatkan kembali tentunya dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Insya Allah akan tetap kami perjuangkan untuk guru agama di Banjarbaru,” pungkasnya.