PEMIMPIN BARU DI BANJARBARU

PEMIMPIN BARU DI BANJARBARU

February 28, 2021 0 By SuratKabarDigital

Kepemimpinan Kota Banjarbaru berganti. Sejak 26 Februari 2021, Banjarbaru dipimpin seorang tokoh muda. Ia adalah H Muhammad Aditya Mufti Ariffin. Pria kelahiran 21 Maret 1984 di Banjarbaru itu kini menjabat sebagai Wali Kota Banjarbaru masa bakti 2021 – 2024. Suami Filza Mari’I Isa az-Zubedi atau lebih dikenal Vivi Zubedi ini dilantik sebagai Wali Kota Banjarbaru di Gedung Mahligai Pancasila, Jumat (26/2/2021). Ia berdampingan dengan Wartono, Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Banjarbaru sebagai Wakil Wali Kota Banjarbaru.

Sebelum jauh mengulas tentang apa dan bagaimana program kerja Aditya dan Wartono bekerja sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru, tak salah jika kita memulainya dengan mengingat pepatah lama yang berbunyi ‘Tak kenal maka tak sayang’.

Dari pernikahannya dengan Vivi Zubedi, Aditya dikarunia dua puteri dan seorang putera, yaitu Zahra Aditya Ariffin, Salman Aditya Ariffin, dan Khadeejah Aditya Ariffin. Aditya adalah salah satu dari sekian tokoh muda di Kalimantan Selatan yang memiliki karir berorganisasi dan berpolitik yang patut diperhitungkan. Ia pernah menjabat memimpin Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) Kalimantan Selatan (206-2008) sebagai Ketua Harian. Bersamaan itu, Ia juga didaulat sebagai Ketua Asosiasi Duta Wisata Indonesia (Adwindo) Kalimantan Selatan, Ketua Kompartement Indonesia (GMPI) Kalsel (2007-2010), Sekretaris Jenderal PP Generasi Muda Pembangunan Indonesia atau GMPI sejak 2011 hingga sekarang.

Sebelum menjabat Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalimantan Selatan (2016 – sekarang), Opie juga pernah menjabat sebagai Ketua DPC PPP di Kota Banjarmasin (2006-2011), dan Ketua DPC PPP Kota Banjarbaru masa bakti 2011-2015.

Dilahirkan di Banjarbaru, Opie mengawali sekolah di Taman Kanak-kanak (TK) Rahmaniah 1990 silam. Kemudian melanjutkan di Sekolah Dasar Negeri Banjarbaru Utara (1996), SLTPN Negeri 2 Banjarbaru (1999), dan melanjutkan sekolah di SMA Negeri 2 Banjarbaru sebelum pindah ke SMA Negeri 1 Martapura di Kabupaten Banjar.  Usai lulus SMA, Opie berkuliah di Universitas Lambung Mangkurat, jurusan Hukum (S1) hingga program Magister Hukum (S2). Masih belum puas, Opie terus  mengejar ilmu untuk meraih gelar S3 Program Doktoral Ilmu Hukum di Universitas Brawijaya di Pulau Jawa.

Di dunia politik, karir Opie cukup menawan di usia muda. Ia pernah menjadi Anggota Komisi III DPRRI Fraksi PPP (2009-2014). Di periode berikutnya, Ia kembali terpilih dan menjadi wakil rakyat Kalimantan Selatan di Senayan, Jakarta. Ia kembali duduk di Komisi III DPRRI dan Anggota Badan Lagislatif DPRRI (2014-2019). Dan kini menjadi Wali Kota Banjarbaru 2021-2024.

**

Kurang rasanya jika hanya mengulas sosok Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin tanpa mengulas siapa sosok Wartono yang kini mendampingi Aditya sebagai Wakil Wali Kota Banjarbaru 2021-2024. Wartono dilahirkan di Pulau Jawa. Tepatnya di Kulon Progo, Yogyakarta, 26 Februari 1966 lalu. Wartono menikah dengan Ermina Fujian. Dari pernikahan dengan Ermina, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Banjarbaru (2019 – sekarang) itu dikaruniai buah hati, yaitu Giffari Erwa Gemintang, Martio Erwa Prayuda, Trista Erwanda Warastika, dan Laytissa Erwanda Sadina.

Sebelum menjadi Wakil Wali Kota Banjarbaru mendampingi Aditya, Wartono dulunya menamatkan sekolah dasar di Kulon Progo. Setelah tamat SD, Ia melanjutkan ke SMP Muhammadiyah Tlagalela (1983-1985), SPG Swasta Tujuh Belas II Wates (1983-1985), dan meraih gelar sarjana ekonomi di Kalimantan Selatan, yaitu di Sekolah Tingi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Banjarmasin (2003) lalu.


Tak langsung berpolitik. Wartono pernah bekerja di perbankan, yaitu di BPR Banjarbaru sejak 1993-2003., Projek Telkomsel Area Kalimantan (2003-2013). Kemudian terjun di dunia politik. Ia pernah menjadi Wakil Ketua DPRD Kota Banjarbaru (2014-2019), dan kembali menjadi Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan pada Pemilihan Legislatif 2019-2020, kemudian maju, terpilih dan dilantik sebagai Wakil Wali Kota Banjarbaru 2021-2024 mendampingi HM Aditya Mufti Ariffin.  Ia juga masih menjabat sebagai Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Banjarbaru hingga 2022, dan Dewan Pembina KONI Kota Banjarbaru (2019-2024).

***

Menang, terpilih dan dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru 2021-2024, HM Aditya Mufti Ariffin dan Wartono memiliki visi-misi dan sejumlah program kerja yang telah disiapkan jauh sejak masa kampanye di Pilkada Serentak 2020 lalu, yaitu Banjarbaru JUARA (Maju, Agamis, dan Sejahtera).

Memaknai semangat visi-misi – Banjarbaru JUARA –  diharapkan mampu menumbuhkan kekuatan dan daya juang sehingga ke depannya Kota Banjarbaru memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif dengan daerah lainnya. Mereka berkeinginan mewujudkan, memajukan dan meningkatkan kehidupan masyarakat Banjarbaru yang lebih sejahtera, dan berakhlak mulia.

Salah indikatornya adalah tercapainya kesejahteraan masyarakat dengan tercapainya indeks pembangunan manusia (IPM). Penentu capaian itu adalah luasnya jangkauan akses pelayanan dasar yang mencakup bidang pendidikan, kesejahteraan dan daya beli masyarakat. Agar IPM terwujud, peningkatan kinerja pembangunan di bidang pendidikan dan kesehatan harus benar-benar ditingkatkan. Termasuk menekan tingginya jumlah penyandang masalah kesejahteraan sosial atau PMKS di Kota Banjarbaru. Selain itu pula, ketahanan pangan daerah juga harus ditingkatkan dan menurunkan tingkat pengangguran terbuka.

Selanjutnya, meningkatkan kualitas masyarakat yang berahklak mulia dengan peningkatan kualitas kehidupan beragama yang mencakup sarana peribadatan dan perhatian kepada para pelaku Pembina masyarakat, baik di organisasi maupun pribadi masyarakat.Untuk mewujudkan pembangunan perekonomian daerah yang berkelanjutan dengan kearifan lokal dan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup juga perlu dilakukan.  

Dengan cara demikian, Aditya – Wartono meyakini Kota Banjarbaru yang lebih maju, agamis, dan sejahtera dapat terwujudkan. Tentu dengan memanfaatkan segal potensi lokal yang dimiliki daerah. Dalam hal itu juga diutamakan pemabngunan ekonomi dan infrastruktur wilayah yang berkelanjutan untuk mewujudkan Banjarbaru JUARA.

Adapun program kerja Aditya – Wartono (Banjarbaru Juara), yaitu Agamis dimaknai bahwa masyarakat berakhlak mulia sebagai salah satu syarat sebagai landasan terwujudnya masyarakat yang agamis dan berbudi pekerti luhur pada 2025 nanti. Hal ini menurut mereka sudah sesuai dengan tujuan rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) 2005-2025, yakni sumber daya manusia yang berkualitas, menumbuh-kembangkan ekonomi daerah, lingkungan yang sehat dan dinamis, serta pemerintahan yang baik.

Memanfaatkan kemajuan dan kecanggihan teknologi. Aditya – Wartono memiliki program pelayanan publik berbasis teknologi diperuntukan untuk pelayanan publik yang berbasis aplikasi. Kemudian program beasiswa bagi masyarakat yang membutuhkan dengan diberikannya beasiswa program S1, S2, dan S3, baik ilmu eksak dan non eksak, khususnya bagi pendidikan agama. Dalam hal kesejahteraan, program pembinaan UMKM beserta peningkatan faslitasnya juga menjadi program agar daya saing daerah meningkat. Selain itu juga terhadap kesejahteraan para ASN, honorer, dan tenaga kontrak di lingkungan Pemko Banjarbaru yang berdampak positif terhadap kualitas pelayanan publik.

Kemudian peningkatan sarana pendidikan baik sekolah umum dan agama serta kesejahteraan guru agama. Program selanjtunya adalah RT Mandiri. Melalui program ini, akan dialokasi dana untuk menunjang operasional RT untuk membantu membangun UMKM, kegiatan keagamaan, sosial, budaya serta pembangunan dan perbaikan sarana dan prasaran di lingkungan RT.

Masih berlangsung pandemi Covid-19 juga menjadi perhatian Aditya – Wartono. Percepatan pemulihan dan pembangunan ekonomi juga diprioritaskan. Yaitu melalui pengembangan UMKM melalui program RT Mandiri, sektor pertanian dan pariwisata, pengembangan sarana dan prasaran publik (Banjarbaru Corner), serta pengembangan kepemudaan dan dunia olahraga.

Dalam menjalankan roda pemerintahan perlu tata kelola pemerintahan yang amanah, demokratis, baik dan bersih. Dengan pencapaiakan Opini Wajar Tanpa Pengeculian (WTP) yang diperoleh oleh pemerintahan sebelumnya, menurut mereka tata kelola sudah dilakukan dengan baik dengan indikasi Opini WTP dalam hal pengelolaan keuangan daerah. Reformasi birokrasi juga akan dilakukan secara optimal di masa kepemipinana Aditya – Wartono (2021-2024) agar pelayanan publik yang transparan dan akuntabel terwujud. Sehingga terwujudnya Smart Government.

Dalam visi-misi mereka, Smart Government adalah pelayanan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Banjarbaru dilaksanakan dengan pemanfaatan teknologi informasi dan pelayanan publik yang partisipatif dengan pelibatan masyarakat dalam perencanaan dan pengawasan pembangunan dengan berbagai media. Serta pelayanan publik yang inovatif melalui pengelohan ASN secara profesional dengan melakukan optimalisasi pemanfaatan berbagai sumber pembiayaan pembangunan.

Makna visi-misi BAnjarbaru JUARA (Aditya – Wartono) sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan RPJPD (2020-2025), yakni terwujudnya Banjarbaru sebagai Kota Empat Pilar Dimensi yang Mandiri dan Terdepan, yaitu Kota Pendidikan, Kota Jasa, Kota Industri dan Perdagangan serta Kota Permukiman dan Kota Pemerintahan yang mandiri dan terdepan.  Banjarbaru Maju adalah cerminan dari komitmen yang dibangun untuk menjadi Kota Banjarbaru yang memilik daya saing dengan daerah lainnya melalui pengembangan sehala potensi. Banjarbaru maju lebih kepada jawabab terhadap tujuan prioritas yang harus dicapai dalam pembangunan jangka menengah ke tahap V RPJPD Kota Banjarbaru 2021-2025, yakni terdepan di Kalimantan Selatan, terutama di bidang pendidikan, perdagangan, industri pengolahan dan jasa, serta pemerintah dan permukiman. (Lipsus/Rudy Azhary)